Tim UI berhasil harumkan negara dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow

5 hours ago 3
...Kami bangga inovasi generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global

Jakarta (ANTARA) - Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI) berhasil terpilih sebagai salah satu dari 10 Global Ambassador dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) melalui karya kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama RunSight.

RunSight dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman, dengan memanfaatkan sensor dan pemrosesan AI untuk membaca lingkungan secara real time, memberikan panduan jalur dan peringatan terhadap rintangan, sekaligus mempertimbangkan aspek kenyamanan dan efisiensi energi dalam desainnya.

Menurut laporan media dan pengumuman resmi Samsung, Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT, sekaligus menjadikan Indonesia satu dari dua negara di kawasan Southeast Asia and Oceania (SEAO) yang berhasil meraih predikat tersebut pada 2025/2026.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyambut baik prestasi ini sebagai bagian dari misi memperkuat pendidikan tinggi yang berdampak (impactful higher education).

"Kami bangga inovasi generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Pencapaian Tim Labmino menunjukkan bahwa dukungan kampus terhadap eksperimen dan kolaborasi lintas disiplin dapat melahirkan dampak nyata bagi masyarakat," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek Khairul Munadi melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: FKUI kembangkan metode diagnostik genetik untuk solusi penyakit langka

Khairul menjelaskan perjalanan Tim Labmino UI menuju acara yang digelar di Milan, Italia, Februari 2026 lalu itu bermula dari seleksi nasional Samsung Solve for Tomorrow yang dimulai pada 2025. Selanjutnya ke tahap semifinal dan final nasional, hingga lolos ke seleksi regional Southeast Asia and Oceania dan akhirnya Global Selection.

Di Milan, rangkaian acara SFT meliputi seremoni penunjukan ambassador, pameran solusi inovatif, dan kegiatan jejaring internasional yang mempertemukan talenta, investor, dan mitra potensial.

"Pemerintah akan terus mendorong kemitraan kampus–industri serta hilirisasi inovasi agar solusi seperti RunSight dapat dimanfaatkan lebih," ujar Khairul Munadi.

Lebih lanjut, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Benny Bandanadjadja mengatakan kehadiran Tim Labmino UI pada kesempatan tersebut membuka peluang kolaborasi riset, pilot project, dan akses ke jaringan industri yang lebih luas.

Baca juga: Peneliti UI: Tanaman Hanjuang sebagai pencegah karies gigi anak

Dari sisi akademik, ini menjadi contoh konkret implementasi kurikulum yang memadukan kompetensi teknis (AI, hardware, IoT) dengan pendekatan desain berorientasi pengguna (user-centered design).

Kemdiktisaintek berharap pencapaian ini memicu lebih banyak lagi inisiatif serupa di perguruan tinggi lain. Para mahasiswa didorong berinovasi bukan demi penghargaan semata, melainkan untuk menjawab persoalan masyarakat dengan solusi yang dapat direplikasi dan diakses, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.

"Inovasi seperti RunSight tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga kepedulian terhadap isu inklusivitas dan akses bagi penyandang disabilitas. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa di berbagai perguruan tinggi," tutur Benny Bandanadjadja.

Baca juga: UI dan Kemenbud perkuat naskah RUU Permuseuman

Baca juga: Syiar Ramadan UI 2026 pertemukan nilai spiritual dengan tradisi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |