Cianjur (ANTARA) - Pedagang di kawasan Jembatan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mulai bersiap menghadapi arus mudik Lebaran meski hingga H-7 kondisi penjualan masih relatif sepi.
Seorang pedagang minuman cincau di lokasi tersebut, Mia atau yang akrab disapa Teh Mia, mengatakan dirinya telah berjualan di sekitar jembatan sejak 2010.
“Dulu awal jualan cincau saja. Tahun 2010 sampai 2011 sehari bisa dapat sampai Rp2 juta kalau lagi ramai,” kata Mia di kedainya, Sabtu.
Menurut dia, kondisi kawasan Rajamandala berubah setelah Jalan Tol Cipularang beroperasi karena banyak kendaraan memilih jalur tol dibanding melintasi jalan tersebut.
Saat ini, pendapatan yang diperoleh dari berjualan di sekitar jembatan tersebut jauh menurun.
Baca juga: Tren pistachio kunafa dorong inovasi oleh-oleh Malang
“Sekarang paling sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sehari. Makanya jualannya tidak cuma cincau, tapi macam-macam,” katanya.
Pedagang lain, Reni, mengatakan arus kendaraan yang melintas hingga H-7 Lebaran belum berdampak signifikan terhadap jumlah pembeli.
“Sekarang masih sepi. Biasanya mulai ramai tiga hari sebelum Lebaran,” kata Reni.
Ia menambahkan sebagian besar pembeli merupakan pemudik yang berhenti untuk beristirahat saat melintas di jalur Bandung menuju Cianjur.
Menurut Reni, peningkatan pembeli biasanya terjadi pada malam hari karena banyak pemudik memilih melanjutkan perjalanan saat suhu udara lebih sejuk.
“Kalau malam biasanya lebih ramai. Yang berhenti kebanyakan motor,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Hani, juga memperkirakan lonjakan pembeli baru akan terasa mendekati Lebaran.
“Biasanya mulai ramai H-3 sampai H-1 Lebaran,” kata Hani.
Jembatan Rajamandala sendiri kata Mia, merupakan jalur penghubung Bandung Barat dengan Kabupaten Cianjur yang telah ada sejak sekitar 1980-an dan sempat menjadi jalur berbayar sebelum dibuka sebagai jalan umum pada 1996.
Baca juga: Pedagang kue khas lebaran mulai menjamur di Rantauprapat
Baca juga: Pedagang musiman mengais rejeki di Pelabuhan Merak
Baca juga: Pedagang musiman mulai buka warung di Jalur Pantura
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































