Tangerang (ANTARA) - Maskapai penerbangan nasional Citilink memastikan kesiapan dan kelayakan operasional serta armada penerbangan menjelang periode libur mudik Idul Fitri 1446 Hijriah/2026 Masehi.
Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro di Tangerang, Sabtu, mengatakan untuk memastikan kelayakan, maskapai melakukan pengecekan secara rutin sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan dan kesiapan operasional penerbangan.
"Memasuki momentum libur Lebaran 2026, Citilink memproyeksikan adanya peningkatan trafik penumpang sehingga kesiapan operasional perlu dipastikan secara menyeluruh di seluruh lini layanan," katanya.
Ia mengatakan tahapan pengecekan dilakukan pada sejumlah area operasional, antara lain layanan check-in counter, customer service, crew lounge, boarding gate, area airside/ramp, make up area (baggage ramp), hingga area baggage claim (arrival).
Selain itu, kesiapan fasilitas operasional, kelengkapan peralatan pendukung, kondisi fisik dan interior pesawat, kelaikudaraan pesawat, serta kesiapan kru penerbangan dan personel operasional lainnya.
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh aktivitas operasional penerbangan Citilink berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerbangan sipil serta ketentuan regulasi yang berlaku," ujar dia.
Ia mengatakan, apabila ditemukan hal-hal yang memerlukan penyempurnaan, unit terkait akan segera melakukan tindak lanjut secara cepat dan terukur guna menjaga standar keselamatan serta kualitas layanan kepada penumpang.
Darsito juga menambahkan bahwa Citilink terus berkomitmen menghadirkan layanan penerbangan yang optimal melalui kesiapan armada yang andal dengan tetap mengedepankan aspek safety dan security dalam setiap operasional penerbangan.
"Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional sekaligus memberikan pengalaman perjalanan udara yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang selama periode libur Lebaran," katanya.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































