Jakarta (ANTARA) - Oklahoma City Thunder menawarkan kontrak berdurasi dua tahun senilai 12 juta dolar AS untuk bisa mendapatkan forward berstatus restricted free agent Spencer Jones, sedangkan Denver Nuggets memiliki waktu hingga Senin WIB untuk menyamai tawaran tersebut.
Laman NBA, Minggu, menyatakan lembar penawaran (offer sheet) sudah diajukan Thunder guna menggaet forward tersebut.
Berdasarkan aturan NBA, Nuggets memiliki hak untuk menyamai tawaran tersebut hingga batas waktu yang sudah ditentukan. Jika tidak menyamai nilai kontrak itu, maka Jones akan resmi bergabung dengan Thunder.
Pada musim 2025-2026, pebasket berpostur tubuh setinggi 2,01 meter itu tampil semakin konsisten pada paruh akhir musim reguler. Dia membukukan rata-rata 5,5 poin per laga (ppg) dengan akurasi tembakan 50,4 persen, serta dipercaya menjadi starter dalam 37 pertandingan.
Performa Jones juga meningkat pada playoff. Dalam enam pertandingan melawan Minnesota Timberwolves, dia mencatatkan rata-rata 6,5 ppg dalam 24 menit bermain per laga dan tampil sangat efisien dengan persentase tembakan tiga angka mencapai 69,2 persen. Kehadiran Jones diproyeksikan menambah kedalaman skuad juara bertahan NBA itu.
Sepanjang bursa transfer musim panas ini, Thunder lebih banyak melakukan perombakan melalui pertukaran (trade) pemain, termasuk melepas Aaron Wiggins dan Lu Dort ke Atlanta Hawks serta Isaiah Joe ke Detroit Pistons untuk mendapatkan aset draft. Di sisi lain, Thunder mempertahankan Isaiah Hartenstein dan Kenrich Williams.
Bagi Nuggets, keputusan mengenai Jones menjadi salah satu agenda penting pada bursa transfer.
Selain Spencer Jones, Peyton Watson juga masih berstatus restricted free agent. Denver Nuggets sebelumnya kehilangan Tim Hardaway Jr. yang bergabung dengan Miami Heat, namun mendatangkan Tyus Jones dan Marvin Bagley III untuk memperkuat kedalaman tim musim depan.
Baca juga: Thunder kumpulkan tujuh pick putaran kedua usai rombak susunan tim
Baca juga: Final Barat rasa laga puncak NBA 2026 San Antonio Spurs
Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































