Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII kembali mempertegas sikap solid umat Islam tanah air yang menolak genosida dan berdiri tegak di belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.
Dalam penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu malam, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menyatakan bahwa dukungan terhadap Palestina adalah sebuah amanat kemanusiaan yang harus terus disuarakan, seiring dengan kecaman keras terhadap praktik genosida yang terus berlangsung.
"Majelis Ulama Indonesia mesti tegas secara solid Bahwa Majelis Ulama Indonesia berada di belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina, itu harus," katanya menegaskan.
Kiai Anwar juga menyoroti pentingnya umat Islam memiliki sikap perlawanan yang jelas terhadap fenomena Islamofobia yang marak digerakkan di berbagai negara, terutama oleh kelompok-kelompok yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan umat Islam.
Ia mengingatkan kembali pesan kenabian yang mengibaratkan umat Islam sedunia layaknya satu tubuh (jasad yang satu). Ketika ada umat Islam di belahan bumi lain yang disakiti, diusir, dan tertindas seperti di Palestina saat ini, maka seluruh umat Islam di Indonesia wajib merasakan penderitaan tersebut dan bergerak untuk mengobatinya.
Sebagai bentuk aksi nyata, Ketua Umum MUI menyerukan kepada seluruh pimpinan ormas Islam di Indonesia untuk terus menggalang dan mendonasikan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban rakyat Palestina.
"Bahwa kita atas dasar kemanusiaan, atas dasar ukhuah insaniah, maka kita akan berada di belakang mereka. Dan kalau perlu, kita akan mendonasikan atau menyerukan tentang pentingnya donasi terhadap mereka," ujarnya.
Untuk memantik semangat kepedulian tersebut, Anwar mengenang kembali momentum bersejarah pada Muktamar Ke-13 Nahdlatul Ulama (NU) di Menes, Banten, pada tahun 1938 silam.
Saat itu, di tengah kehidupan ekonomi para kiai dan masyarakat yang masih sangat memprihatinkan dan serba susah di era penjajahan, mereka tetap mampu dan mau mengumpulkan donasi untuk membela perjuangan umat Islam di Palestina.
Berkaca dari semangat historis tersebut, Anwar menegaskan bahwa umat Islam Indonesia di masa kini yang hidup di era kemerdekaan dengan kondisi ekonomi yang jauh lebih baik, sudah sepatutnya mampu berkontribusi lebih besar lagi untuk membantu penderitaan rakyat Palestina.
Baca juga: MUI serukan persatuan umat untuk wujudkan kemajuan Indonesia
Baca juga: Tutup KUII VIII, Wantim MUI minta rekomendasi dikawal ketat
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































