Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanam 54.038 bibit mangrove sepanjang tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kawasan kehutanan wilayah pesisir dari ancaman abrasi serta menjaga kelangsungan hidup biota laut.
“Sejak Januari hingga Juni 2026 telah ditanam sebanyak 54.038 bibit mangrove di area seluas 4,1 hektare,” kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta, M Fajar Sauri di Jakarta, Minggu.
Sementara sepanjang tahun 2025, total 87.796 bibit mangrove juga telah ditanam di area sekitar 5,94 hektare.
Ia menilai keberadaan mangrove berperan meredam abrasi, serta menyerap dan menyimpan karbon. Selain itu mangrove menjadi habitat biota pesisir serta memperkuat ketahanan wilayah pesisir.
Menurut dia penanaman puluhan ribu mangrove ini membuat ekosistem pesisir semakin kuat, lingkungan lebih hijau. Serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Baca juga: Menteri KKP: Rehabilitasi mangrove harus mampu topang ketahanan pangan
“Kami menegaskan upaya penanaman mangrove terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata dia.
Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 menyebut Pemprov DKI Jakarta menargetkan penanaman sebanyak 21.060 bibit mangrove yang dilakukan secara serentak di lima titik wilayah pesisir Jakarta.
Penanaman dilakukan di lima lokasi, yaitu Hutan Provinsi Angke Kapuk, Hutan Lindung Angke Kapuk, Pelabuhan PT KCN, serta kawasan Ekomarin dan Rumah Pompa Muara Angke. Pemilihan lima titik ini juga menjadi simbol menjelang usia Jakarta yang akan mencapai lima abad.
Menurut Rano, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga lingkungan.
"Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, tetapi harus melibatkan semua pihak," kata dia.
Baca juga: Menteri LH: Mangrove berpotensi jadi mesin pertumbuhan ekonomi hijau
Baca juga: Peringati Hari Mangrove Sedunia, DKI tanam 21 ribu bibit mangrove
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































