Nanjing (ANTARA) - Teknologi jaringan yang baru dikembangkan China berhasil mewujudkan transmisi data yang efisien, di mana data yang membutuhkan waktu 699 hari untuk dikirim melalui internet tradisional berhasil ditransfer hanya dalam waktu 1,6 jam.
Dikutip dari Xinhua, Kamis, teknologi tersebut dikembangkan di infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi nasional pertama China di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yaitu China Environment for Network Innovation (CENI). CENI baru-baru ini lolos uji penerimaan nasional di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, dan telah resmi beroperasi.
CENI adalah sebuah infrastruktur pengujian universal berskala besar yang terbuka, ramah pengguna, dan berkelanjutan. CENI menyediakan lingkungan pengujian dan verifikasi yang sederhana, efisien, dan berbiaya rendah untuk meneliti arsitektur inovatif jaringan masa depan.
"Lolosnya CENI dalam penerimaan nasional menandai masuknya China ke jajaran terdepan dunia dalam kemampuan inovasi teknologi jaringan, verifikasi tes, dan penerapan layanan, memungkinkan negara ini untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi bagi semua industri dalam merangkul kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)," kata Liu Yunjie, seorang akademisi dari Akademi Teknik China (Chinese Academy of Engineering/CAE).
Dalam eksperimen fasilitas tersebut, 72 TB data yang dihasilkan oleh Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) di Provinsi Guizhou, China barat daya, tiba di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Huazhong di Provinsi Hubei, China tengah, hanya dalam waktu 1,6 jam.
"FAST menghasilkan sekitar 100 TB data setiap hari. Peluncuran CENI akan secara signifikan meningkatkan efisiensi dan kualitas transmisi data," kata Liu.
Saat ini, CENI memiliki fitur-fitur yang berskala besar, dapat diprogram, divirtualisasi, dan open-sharing.
Liu menyebutkan bahwa tim tersebut telah menjadi pelopor dalam hal arsitektur jaringan yang disesuaikan dengan layanan secara global, mengembangkan sistem operasi jaringan besar terdistribusi pertama di dunia, dan membangun jaringan deterministik luas pertama di dunia. Tim tersebut juga telah memajukan teknologi integrasi optoelektronik kunci, memainkan peran penting dalam inisiatif "East Data, West Computing".
Selama proses konstruksi, tim tersebut memimpin atau berpartisipasi dalam penyusunan 206 standar internasional dan nasional. Tim tersebut telah memperoleh 221 paten penemuan yang sah dan 139 hak cipta perangkat lunak, dengan beberapa pencapaiannya meraih penghargaan ilmiah dan teknologi tingkat nasional.
Setelah proses pembangunan selama lebih dari satu dekade, CENI kini mencakup 40 kota di seluruh China, dengan total panjang transmisi optik lebih dari 55.000 kilometer. Beroperasi secara penuh waktu, CENI mampu mendukung 128 jaringan heterogen dan 4.096 uji layanan heterogen paralel, terhubung secara mulus dengan Internet yang ada dan fasilitas pengujian global, serta memiliki kemampuan transmisi dengan throughput tinggi, keandalan tinggi, dan sifat deterministik.
CENI akan memungkinkan lembaga penelitian dan perusahaan untuk menguji berbagai teknologi baru di platformnya di masa depan, dan telah mendukung pengembangan teknologi 5G-Advanced (5G-A) dan 6G, menurut Wu Hequan, seorang akademisi dari CAE.
"Melatih model besar dengan parameter level 100 miliar di berbagai domain memerlukan lebih dari 500.000 putaran pengembangan berulang. Dengan CENI, setiap putaran pelatihan hanya memakan waktu sekitar 16 detik," kata Liu, seraya menambahkan bahwa penggunaan CENI dalam melatih model besar dapat menghemat waktu dan biaya ekonomi secara signifikan.
Ke depannya, CENI akan menyediakan dukungan platform uji coba terbuka untuk industri-industri utama, termasuk manufaktur, energi dan listrik, pendidikan dan kesehatan, serta ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy/LAE), sehingga mempercepat Inisiatif Digital China.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































