Jakarta (ANTARA) - Perusahaan spesialis es krim coklat Halocoko meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas program pembagian es krim terbanyak dalam satu tahun di Indonesia.
Sepanjang 2025 lebih dari 1,1 juta es krim didistribusikan kepada anak-anak melalui tiga program nasional yang dijalankan secara konsisten dan terstruktur.
"Pengakuan dari MURI itu menegaskan posisi Halocoko sebagai brand es krim cokelat di Indonesia yang meraih capaian tersebut, sekaligus memperkuat model pertumbuhan perusahaan yang mengedepankan dampak sosial sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang," kata Senior Brand Manager Halocoko Viona dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Sepanjang tahun 2025 Halocoko menjangkau lebih dari 50 wilayah di Indonesia dan merealisasikan lebih dari 16.000 kegiatan melalui Program Berbagi Kebahagiaan di Setiap Sudut Negeri, Berkah Ramadan di Setiap Sudut Negeri, dan Dari Sekolah untuk Senyuman Anak Indonesia, yang menjangkau dari 2,5 juta masyarakat.
Baca juga: Enam es jadul yang mampu membangkitkan kenangan masa kecil
Menurutnya, program berbagi es krim merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Rekor MURI tersebut menjadi validasi atas pendekatan perusahaan yang mengintegrasikan ekspansi brand dengan kontribusi sosial yang terukur.
"Distribusi lebih dari 1,1 juta es krim sepanjang 2025 tidak hanya mencerminkan skala operasional, tetapi juga konsistensi eksekusi di lapangan. Ke depan, kami akan memperkuat tata kelola program agar lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan,” kata Viona.
Memasuki 2026 Halocoko berkomitmen untuk memperluas jangkauan program berbagi ke lebih banyak kota di Indonesia serta meningkatkan intensitas kegiatan di berbagai wilayah.
Ekspansi tersebut dirancang sebagai bagian dari peta jalan pertumbuhan berkelanjutan perusahaan, dengan fokus pada peningkatan dampak sosial, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan.
Baca juga: Mahasiswa UI ciptakan bisnis es krim kaya nutrisi dari sayur caisim
Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































