Kunming (ANTARA) - Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan listrik, baterai lithium-ion, dan produk fotovoltaik (PV) menjadi tiga bidang produk ekspor utama, yang sering disebut "trio baru" ekspor China.
Data dari otoritas bea cukai menunjukkan bahwa Jalur Kereta China-Laos mencatat pengiriman "trio baru" itu senilai 2,45 miliar yuan (1 yuan = Rp2.437) pada 2025, naik 139,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Dalam momentum pertumbuhan ekspor "trio baru" itu, ekspor produk PV pada 2025 via jalur Kereta China-Laos mencatat peningkatan terbesar, yaitu 231,2 persen (yoy) dan nilainya mencapai 1,98 miliar yuan. Hal ini tidak hanya mencerminkan peran signifikan jalur kereta tersebut dalam pengiriman produk berkelanjutan dari China ke Asia Tenggara, tetapi juga menunjukkan permintaan pasar Asia Tenggara terhadap produk-produk ramah lingkungan dari China, yang berperan dalam transisi hijau di kawasan itu.
Jalur kereta tersebut, yang beroperasi sejak akhir 2021, menawarkan logistik lintas perbatasan yang andal dan hemat biaya, sehingga memungkinkan produsen China untuk mengakses pasar yang kian berkembang di Laos, Indonesia, Thailand, dan sekitarnya.
"Pesanan dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Laos, tumbuh secara signifikan, menjadikannya pasar utama bagi kami," ujar Rao Rui, yang mengelola material proyek PV di China Energy Engineering Group Yunnan Electric Power Design Institute Co., Ltd.
"Jalur kereta tersebut menyediakan jadwal yang stabil dan waktu pengiriman yang terkendali, sehingga meningkatkan efisiensi rantai pasokan dan daya tanggap pasar kami."
Didukung prosedur bea cukai yang ringkas, jalur kereta tersebut meningkatkan efisiensi perdagangan, memfasilitasi pergerakan yang lebih cepat untuk barang-barang yang bernilai tinggi dan rentan waktu. Pertumbuhan ekspor "trio baru" menggarisbawahi integrasi perdagangan China yang semakin dalam dengan Asia Tenggara di tengah pergeseran global menuju energi hijau.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































