Taruna Akmil gembleng kemandirian siswa Sekolah Rakyat Pacitan

12 hours ago 4

Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Taruna Akademi Militer melatih kemandirian siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 46 Pacitan melalui pembiasaan hidup berasrama, mulai merapikan tempat tidur hingga menata perlengkapan pribadi secara disiplin.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Bakti Taruna hasil kolaborasi Kementerian Sosial bersama TNI dan Polri yang digelar selama sepekan di lingkungan SRMA 46 Pacitan, Pacitan, Jawa Timur, 1-7 Agustus 2026.

Taruna Akmil Ivan Nur Faiz Sudirman di Pacitan, Rabu, mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis kehidupan di asrama, tetapi juga pembentukan karakter melalui kedisiplinan, wawasan kebangsaan, wawasan nusantara, kepramukaan, dan bela negara.

"Kami ingin menanamkan kedisiplinan sejak hal-hal yang paling sederhana. Ketika siswa terbiasa menghargai waktu, menjaga kerapian, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, itu menjadi bekal penting untuk meraih kesuksesan," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, lima taruna Akmil membimbing siswa mempraktikkan Peraturan Dinas Dalam (PUDD), termasuk teknik merapikan kasur, melipat sprei, hingga menata pakaian secara sistematis agar mudah digunakan selama tinggal di asrama.

Baca juga: Program Taruna Bhakti dimulai di Sekolah Rakyat Gumas

Menurut Ivan, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan menjadi budaya baru bagi siswa Sekolah Rakyat yang seluruh aktivitasnya berlangsung di lingkungan berasrama.

Selain pembiasaan hidup mandiri, para taruna juga memberikan motivasi agar siswa berani memiliki cita-cita tinggi dan berusaha mewujudkannya melalui kerja keras, disiplin, serta menjaga nilai-nilai keagamaan.

"Semua cita-cita bisa tercapai apabila ada kemauan, usaha, disiplin, dan tidak melupakan Tuhan dalam setiap langkah," ujarnya.

Pembinaan tersebut mendapat respons positif dari para siswa yang sebagian besar baru pertama kali merasakan kehidupan di asrama.

Salah seorang siswi, Tiwik Agustin, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui pelatihan tersebut, terutama mengenai cara mengatur perlengkapan pribadi secara lebih efektif.

"Sebelumnya saya sudah bisa merapikan tempat tidur, tetapi setelah diajari kakak-kakak taruna caranya lebih cepat, lebih rapi, dan lebih efisien," katanya.

Baca juga: Taruna AAL bekali siswa Sekolah Rakyat 32 Natuna pendidikan karakter

Sementara itu, siswa lainnya, Angga Anta Ramadhani, mengaku pembinaan dari para taruna menumbuhkan motivasi baru untuk melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer.

"Saya melihat mereka disiplin, kompak, dan bertanggung jawab. Saya berharap suatu saat bisa mengikuti jejak mereka masuk Akademi Militer," ujarnya.

Kepala SRMA 46 Pacitan Bayu Arifyanto mengatakan pembentukan karakter menjadi salah satu fokus pendidikan di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem berasrama selama 24 jam.

Menurut dia, kehadiran Taruna Akmil menjadi bagian dari proses adaptasi siswa terhadap pola kehidupan baru yang menuntut kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.

"Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar membangun karakter melalui pembiasaan sehari-hari. Kehadiran para taruna memberikan teladan langsung mengenai pentingnya disiplin dan semangat meraih cita-cita," katanya.

Program Bakti Taruna dijadwalkan berlangsung hingga 7 Agustus 2026 dengan berbagai materi pembentukan karakter sebagai bagian dari penguatan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Baca juga: Danjen Akademi TNI: Keterlibatan taruna di MPLS dukung Sekolah Rakyat

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |