Tarakan, Kaltara (ANTARA) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tarakan, Effendy Gunardi mengatakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) siap jadi pintu gerbang ekspor di wilayah perbatasan Indonesia bagian utara.
Kesiapan tersebut disampaikan setelah adanya ekspor perdana komoditas perikanan unggulan secara langsung dari Tarakan ke Hong Kong berupa fresh pomfret fish dan daggertooth pike conger sebanyak 25 box dengan total berat bersih 628 kilogram perusahaan eksportir PT Royal Phinisi Julian, Jumat (8/5).
“Ini adalah momentum bersejarah. Untuk pertama kalinya produk perikanan kita terbang langsung dari Tarakan ke Hong Kong tanpa transit. Artinya biaya logistik lebih efisien, kualitas lebih terjaga, dan nilai tambah lebih besar untuk pelaku usaha lokal kita,” ujar Effendy melalui pesan singkat, Rabu.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, Bea Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT), bandara dan pemangku kebijakan lainnya serta pelaku usah dan nelayan.
Baca juga: KKP petakan potensi ekspor komoditas unggulan dari Kampung Nelayan
“Kadin Tarakan komitmen untuk terus menjadi jembatan dan fasilitator agar jalur ekspor ini berkelanjutan,” katanya.
Ekspor komoditas unggulan Kaltara secara langsung ini, lanjutnya, sejalan dengan salah satu program Kadin Kota Tarakan, di mana menjadikan Tarakan pintu ekspor-impor langsung ke negara tujuan tanpa transit.
Sebab, kata Effendy, letak geografis Tarakan, Kaltara, berada paling utara di Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara tetangga terutama Asia.
“Bersyukur kini dengan kerja sama dan komitmen pemerintah, Bea Cukai, Karantina juga terkhusus pelaku usaha akhirnya dapat berjalan,” ungkapnya.
Baca juga: Pemprov Kalbar jadikan ikan arwana sebagai komoditas ekspor unggulan
Karena itu, dia berharap dengan kapasitas kargo pesawat yang besar, ke depan lebih dari 628 kilogram lagi yang diekspor seperti pada ekspor perdana secara langsung.
“Ekspor perdana ini harus menjadi pemicu kebangkitan ekonomi kelautan Kaltara. Kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk menjaga kontinuitas pasokan dan kualitas. Mari kita buktikan Tarakan mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKHIT Provinsi Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, ekspor langsung perdana komoditas unggulan Kaltara menjadi tonggak bersejarah dalam membuka akses perdagangan internasional langsung dari wilayah perbatasan menuju pasar global.
“Momentum ini merupakan hasil nyata dari akselerasi dan sinergi yang dibangun oleh BKHIT Kaltara bersama instansi terkait, pelaku usaha, serta stakeholder lintas sektor dalam mendorong terwujudnya jalur ekspor langsung dari Kaltara,” katanya.
Baca juga: Kaltara bidik investor asing lewat Kaltara Investment Forum 2026
Keberhasilan ekspor langsung ini, lanjutnya, tidak hanya menjadi simbol kemajuan sektor perdagangan dan logistik daerah, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem perkarantinaan, menjamin kualitas dan keamanan komoditas, serta mempercepat layanan ekspor yang efektif dan efisien.
Kehadiran jalur ekspor langsung dari Kaltara, lanjut Ichi lagi, diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Langkah ini menjadi bukti bahwa Kaltara kini semakin siap tampil sebagai gerbang baru perdagangan ekspor Indonesia di kawasan perbatasan dan berkontribusi dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional,” pungkasnya.
Pewarta: Agus Salam
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































