Dubes Boroujerdi: Perang AS-Iran berpotensi ubah tatanan global

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa dinamika perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran serta dampaknya di tingkat global berpotensi mengubah tatanan geopolitik dunia.

“Perang ini berdampak pada banyak sekali perkembangan internasional dan memberi perubahan signifikan bagi geopolitik global,” kata Boroujerdi dalam kuliah umumnya di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) di Jakarta, Rabu.

Ia berkata, dinamika konflik mungkin akan memaksa komunitas internasional mendefinisikan kembali penggolongan negara adidaya dan negara-negara “middle power”, serta mendorong perubahan dalam norma, prinsip, dan aturan internasional.

Konflik kali ini, kata dia, menunjukkan bahwa organisasi multilateral telah gagal bertindak demi mengakhiri perang serta mewujudkan perdamaian bagi Iran dan negara-negara di kawasannya.

Terlebih, dalam sudut pandang Iran, AS dan Israel telah melanggar berbagai aturan dan norma internasional dalam serangan mereka terhadap Iran, yang baru berhenti usai gencatan senjata, ucap Dubes Boroujerdi.

“Berbagai organisasi internasional tidak akan bisa melanjutkan kegiatan mereka seperti biasa, sama seperti keadaan sebelum perang; pasti akan perlu perubahan yang signifikan,” kata dia.

Dubes Iran menyebut salah satu institusi internasional yang sangat perlu direformasi adalah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang komposisi anggota tetapnya masih mencerminkan kekuatan pemenang Perang Dunia II lebih dari 80 tahun yang lalu.

Ia menyayangkan DK PBB tidak sigap menyerukan penghentian perang saat AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari, tetapi justru hanya mengecam Iran yang melancarkan serangan balasan kepada Israel dan aset-aset militer AS di kawasan.

“DK PBB harus direformasi supaya benar-benar bisa menjalankan tugasnya, yaitu menjamin keamanan, mencegah perang, maupun mengakhiri perang,” kata dia.

Boroujerdi pun menyoroti perlunya kesatuan suara di kalangan negara-negara berkembang untuk mendesak reformasi DK PBB agar lebih representatif terhadap aspirasi masyarakat dunia.

“Dalam upaya reformasi Dewan Keamanan, kekuatan-kekuatan baru di kalangan ‘middle power’ memiliki posisi yang sangat menentukan,” kata Dubes Iran.

Baca juga: Dubes: Trump lakukan miskalkulasi besar saat lakukan serangan ke Iran

Baca juga: Dubes Boroujerdi: Iran dambakan perdamaian yang terjamin, menyeluruh

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |