Mentan: Gudang sewa Bulog penuh, swasembada pangan menguat

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut penuhnya gudang sewa Perum Bulog akibat tingginya produksi dan serapan beras nasional menjadi tanda menguatnya fondasi swasembada pangan Indonesia saat ini.

"Lonjakan hasil panen yang terserap ke gudang-gudang Bulog di berbagai daerah kini mulai terlihat nyata di lapangan, ditandai dengan kapasitas penyimpanan yang nyaris penuh di sejumlah titik sentra pangan," kata Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Kondisi tersebut terlihat saat Mentan meninjau gudang sewa Perum Bulog di kawasan Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam peninjauan itu, dua gudang berkapasitas total 8.000 ton tercatat telah terisi 7.610 ton beras atau nyaris penuh, dengan sisa ruang sekitar 390 ton.

"Kalau ada yang mengatakan ini diragukan stok (stok beras) yang ada sekarang. Ini gudang yang kita lihat, ini disewa sudah full," ujar Amran.

Gudang yang berada di Kompleks Bumi Maspion Gudang Romokalisari II itu disewa Bulog sejak April 2026 untuk menampung lonjakan stok beras dari wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Sebelumnya, kapasitas gudang Bulog di Surabaya sebesar 200 ribu ton dilaporkan telah penuh terisi, sehingga Bulog menambah dua gudang sewa di Romokalisari dengan kapasitas masing-masing 4.000 ton.

Tingginya stok tersebut ditopang oleh meningkatnya serapan beras dari daerah produksi seperti Gresik, Sidoarjo, dan sekitarnya. Rata-rata serapan harian mencapai 1.500 ton gabah atau setara 750 ton dalam bentuk beras, yang dijemput langsung oleh petugas Bulog bersama mitra pangan dari petani dan penggilingan.

Secara nasional, stok cadangan beras pemerintah hingga 13 Mei 2026 mencapai 5,3 juta ton. Dengan kapasitas gudang Bulog hampir 4 juta ton, Bulog telah menambah gudang sewa sebesar 2 juta ton.

Menurut Amran, kondisi itu menunjukkan kerja kolaboratif pemerintah pusat, Bulog, pemerintah daerah, hingga petani berjalan efektif dalam menjaga produksi dan distribusi pangan nasional.

"Kapasitas gudang lebih dari 3 juta ton, sekarang 5,3 juta ton, sudah sewa 2 juta ton. Kalau ini data tidak benar, kepala gudang itu dipenjara , langsung masuk," tuturnya.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik per 4 Mei 2026, luas panen padi di Jawa Timur pada Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 1.167.609 hektare dengan produksi gabah kering giling sebesar 6,62 juta ton.

Dari jumlah tersebut, produksi beras diperkirakan mencapai 3,82 juta ton, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar 3,63 juta ton.

Secara nasional, produksi beras Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 19,31 juta ton. Pemerintah menilai tren peningkatan produksi di berbagai sentra utama menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya terus memperkuat kapasitas penyerapan dan penyimpanan guna memastikan hasil panen petani terserap optimal.

Menurutnya, lonjakan stok beras menjadi indikasi meningkatnya produksi sekaligus tingginya kepercayaan petani terhadap penyerapan pemerintah.

"Produksi pertanian 2026 sangat melimpah dan sampai hari ini total stok Bulog secara nasional 5,3 juta ton. Dengan stok ini, Bulog harus menyewa gudang. Potensi gudang hampir 4 juta ton kami sudah sewa gudang untuk kapasitas 2 juta ton," kata Rizal.

Selain itu, BUMN pangan tersebut saat ini sedang persiapan membangun 100 gudang baru untuk menyimpan stok cadangan pangan pemerintah terutama beras termasuk jagung.

"Supaya tidak perlu sewa gudang ke depan," ujar Rizal.

Baca juga: Dirut Bulog: Stok beras 5,3 juta ton berkat peran lintas sektor

Baca juga: Bapanas: Harga beras stabil ditopang stok lima juta ton CBP Bulog

Baca juga: Dirut Bulog: Stok beras 5 juta ton bukti swasembada bukan rekayasa

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |