Susul iPhone, harga Samsung Galaxy S26 Series kemungkinan ikut naik

4 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Samsung dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menaikkan harga lini ponsel Galaxy S26 akibat melonjaknya harga komponen memori.

Dilansir dari laporan Gizmochina pada Selasa (15/9) waktu setempat, jika rencana tersebut terealisasi, Samsung kemungkinan akan menaikkan harga setiap model Galaxy S26 sekitar 149.600 won atau setara Rp1,9 juta mulai 1 Oktober.

Kenaikan itu akan berdampak pada Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra yang dijual di Korea Selatan. Samsung telah mengonfirmasi adanya peninjauan harga secara internal akibat meningkatnya biaya komponen, tetapi menegaskan belum ada keputusan yang dibuat.

Sebelum Samsung, Apple menaikkan harga sejumlah model iPhone setelah peluncuran seri iPhone 18 pada 9 September 2026.

Baca juga: Samsung berencana naikkan harga memori untuk ponsel hingga 10 persen

Apple menaikkan harga iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17e, dan iPhone 16, sementara iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max juga dibanderol 100 dolar AS atau Rp1,7 juta lebih mahal dibandingkan pendahulunya.

Kenaikan harga komponen memori menjadi salah satu faktor utama yang menekan produsen ponsel. Harga memori ponsel pintar dilaporkan melonjak lebih dari 80 persen pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya dan naik mencapai tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kini memori bahkan jadi komponen paling mahal bagi ponsel pintar, melampaui biaya prosesor. Divisi perangkat seluler Samsung dilaporkan mencatat kerugian operasional sekitar 700 miliar won (Rp9 triliun) pada kuartal II, sementara biaya memori untuk ponsel pada paruh pertama 2026 meningkat sekitar 211 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Biasanya, produsen menaikkan harga produknya ketika meluncurkan ponsel generasi baru untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi. Namun, lonjakan harga memori kali ini membuat sejumlah produsen mempertimbangkan penyesuaian harga pada model yang lama sudah beredar.

Samsung sejauh ini belum memastikan apakah kenaikan harga tersebut akan diterapkan, termasuk kemungkinan penerapannya di luar Korea Selatan.

Perusahaan masih mempertimbangkan antara menyerap kenaikan biaya komponen atau membebaninya kepada konsumen melalui penyesuaian harga.

Baca juga: Samsung mungkin rilis Galaxy Z TriFold 2 lebih cepat susul iPhone Duo

Baca juga: Samsung dan Verizon selesaikan uji coba teknologi utama jaringan 6G

Baca juga: Samsung Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra diprediksi debut 7 Oktober 2026

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |