Jakarta (ANTARA) - Petenis putri Indonesia Janice Tjen terhenti pada babak kedua Guadalajara Open 2026 setelah kalah dari Sloane Stephens di Panamerican Tennis Center, Guadalajara, Meksiko, Rabu WIB.
Janice yang menjadi unggulan kelima pada turnamen WTA 500 tersebut takluk dari mantan penghuni papan atas ranking WTA sekaligus juara US Open 2017 dalam pertandingan sengit dua set dengan skor 6-7(4-7), 6-7(3-7).
Kedua set harus ditentukan melalui tie-break setelah masing-masing pemain mampu mempertahankan servis hingga kedudukan 6-6.
Janice sebenarnya unggul dalam beberapa aspek. Ia mencatatkan 11 ace, berbanding dua ace milik Stephens. Janice juga memiliki persentase kemenangan poin dari servis pertama sebesar 75 persen, sedikit lebih baik daripada Stephens yang mencatatkan 72 persen.
Namun, Janice kalah efektif dalam menghasilkan poin dari servis kedua yakni 41 persen dibanding lawannya yang mencatatkan 75 persen. Selain itu, Janice juga melakukan lima double fault, sedangkan Stephens hanya satu.
Baca juga: Pelti tanggapi absennya Janice Tjen pada Asian Games 2026
Secara keseluruhan, Stephens mengumpulkan 80 poin, sementara Janice meraih 74 poin. Stephens juga mencatatkan dua kemenangan tie-break, sedangkan Janice belum berhasil memenangkan tie-break dalam pertandingan tersebut.
Kekalahan itu mengakhiri kiprah Janice pada Guadalajara Open 2026 setelah sebelumnya meraih kemenangan atas Darja Vidmanova pada babak pertama. Janice menang atas petenis Ceko tersebut dengan skor 7-6(5), 6-2.
Sementara itu, Stephens melanjutkan perjalanannya ke babak perempat final dan selanjutnya akan menghadapi sesama petenis Amerika Serikat Peyton Stearns yang menyingkirkan unggulan keempat asal Prancis, Diane Parry.
Pertemuan Stephens dan Janice di Guadalajara juga menjadi pertemuan pertama kedua petenis di level tur utama.
Baca juga: Janice Tjen bangkit di Guadalajara usai tersingkir awal di US Open
Baca juga: Janice Tjen absen dalam Asian Games 2026
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































