Jakarta (ANTARA) - Sepuluh kantor berita dari kawasan Asia Pasifik yang tergabung dalam konsorsium AsiaNet memperkuat kolaborasi jaringan sekaligus mendorong inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing dan menjawab perubahan lanskap industri media global.
Langkah tersebut menjadi salah satu hasil AsiaNet Board Meeting 2026 di Singapura, Selasa (15/9). Jaringan AsiaNet meliputi ANTARA (Indonesia), Kyodo News (Jepang), Xinhua (China), Yonhap News Agency (Korea Selatan), Bernama (Malaysia), Dataxet (Thailand), United News of Bangladesh (Bangladesh), Press Trust of India (India), Vietnam News Agency (Vietnam), serta MediaNet (Australia) sebagai operator.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan penguatan kolaborasi menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi, termasuk AI, yang mendorong perubahan cepat dalam industri media.
“Efisiensi operasional menjadi kebutuhan agar AsiaNet tetap relevan dan berkelanjutan. Namun, efisiensi tidak boleh membatasi kemampuan setiap kantor berita untuk terus berinovasi, termasuk dalam pemanfaatan AI. Dengan struktur yang semakin efisien, masing-masing anggota justru memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan layanan dan solusi sesuai kebutuhan pasar,” ujar Benny.
Menurut Benny, kekuatan AsiaNet juga terletak pada jaringan kantor berita nasional yang memiliki kredibilitas dan akses luas terhadap ekosistem media di masing-masing negara.
“AsiaNet memiliki kekuatan yang sulit digantikan melalui jaringan kantor berita nasional di berbagai negara. Karena itu, kita perlu menjaga kekuatan jaringan tersebut sembari terus mendorong inovasi agar AsiaNet semakin kompetitif,” katanya.
Chief Editor Kyodo News Matsumura Kei mendukung transformasi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis AsiaNet.
“AsiaNet telah membangun jaringan dan kerja sama yang kuat selama bertahun-tahun. Kami berharap transformasi ini menjadi fondasi bagi AsiaNet untuk terus tumbuh, memperluas peluang bisnis, dan menciptakan nilai yang semakin besar bagi seluruh anggota,” ujar Matsumura.
Para anggota juga mendukung keberlanjutan peran MediaNet sebagai operator AsiaNet dengan model layanan yang lebih ramping dan fleksibel. MediaNet tetap menjalankan fungsi utama, antara lain pengelolaan platform, koordinasi distribusi, layanan keuangan, serta komunikasi dengan mitra internasional.
CEO MediaNet Bruce Davidson mengapresiasi dukungan para anggota sekaligus menegaskan keterbukaan MediaNet terhadap masukan dalam penyempurnaan model operasional tersebut.
“Kami sangat menghargai kepercayaan dan dukungan kantor-kantor berita anggota kepada MediaNet untuk terus mendukung operasional AsiaNet. Pada saat yang sama, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan seluruh anggota agar model layanan yang dikembangkan semakin efisien, relevan, dan memberikan manfaat bagi jaringan,” ujar Bruce.
Model baru tersebut selanjutnya akan diperinci mencakup struktur dan tingkat layanan, mekanisme komunikasi, serta skema komersial yang lebih fleksibel. Para anggota juga membahas periode uji coba sebelum mekanisme baru diterapkan secara penuh.
Transformasi tersebut diharapkan dapat mempertahankan brand, jaringan, dan akses AsiaNet terhadap kantor-kantor berita nasional, sembari membangun struktur bisnis yang lebih efisien dan berkelanjutan di tengah perubahan industri media dan komunikasi global.
Baca juga: ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
Baca juga: Asianet kenalkan Unifiber untuk penuhi kebutuhan konektivitas digital
Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































