Semeru delapan kali erupsi dengan tinggi letusan capai 700 meter

4 hours ago 4

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami delapan kali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Selasa pagi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.39 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi 132 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Dany Erlangga Yosa Putra dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Selasa.

Kemudian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi kembali berturut-turut pukul 04.56 WIB; 05.16 WIB; 05.54 WIB; pukul 06.30 WIB; pukul 06.56 WIB; pukul 07.37 WIB; dan pukul 08.23 WIB.

"Erupsi pukul 08.23 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," katanya.

Menurutnya kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara, kemudian erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi 55 detik.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Dany.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |