Bupati Kepulauan Seribu minta "urban farming" terus dikembangkan

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) -

Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan meminta agar program pertanian perkotaan (urban farming) terus dikembangkan dalam membangun ketahanan pangan keluarga.

“Kami berharap kegiatan pertanian perkotaan seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Fadjar saat memanen melon golden dan sejumlah komoditas sayuran di RPTRA Tanjung Elang Berseri, Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Selasa.

Hasil pertanian ini, kata dia, dapat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam mengelola lingkungan.

Ia mengatakan dalam panen di RPTRA Tanjung Elang Berser, komoditas yang dihasilkan antara lain melon golden sebanyak 18 kilogram, pakcoy delapan kilogram, serta pare dan kangkung.

“Saya mengapresiasi pengembangan urban farming yang dilakukan di lingkungan RPTRA,” kata Fadjar.

Baca juga: Warga Pulau Kelapa diajak bangun ketahanan pangan lewat urban farming

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah kepulauan.

“Semoga hasil panen ini bermanfaat untuk warga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Seribu, Indah Susanti berharap kegiatan "urban farming" di RPTRA dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, keberadaan urban farming di RPTRA juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan lahan untuk menghasilkan pangan secara mandiri.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dikembangkan sehingga hasilnya bisa dinikmati dan memberikan manfaat bagi warga,” kata Indah.

Baca juga: Kepulauan Seribu kembangkan pertanian perkotaan di Pulau Kelapa

Baca juga: Kepulauan Seribu giatkan "urban farming" untuk ketahanan pangan

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |