Saudi tegaskan gencatan senjata Gaza harus menuju negara Palestina

2 hours ago 4

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan pada Sabtu (14/2) mengatakan bahwa gencatan senjata di Jalur Gaza harus menjadi jalan menuju negara Palestina merdeka dalam kerangka dua negara.

Farhan menegaskan kembali dukungan Arab Saudi terhadap inisiatif yang bertujuan menyelesaikan konflik Israel-Palestina, dan mengatakan bahwa kerajaan tersebut bertindak berdasarkan kebutuhan untuk mencapai perdamaian dalam Konferensi Keamanan Munich tersebut.

Dia menekankan bahwa Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk berdasarkan gencatan senjata Gaza tahap kedua, bersama dengan kerangka 20 poinnya, pertama-tama harus memastikan diakhirinya permusuhan dan lalu membantu memajukan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Menurutnya, gencatan senjata harus digunakan untuk memulihkan stabilitas, membangun kembali dan mengambil langkah nyata menuju negara Palestina – satu-satunya jalan menuju perdamaian regional yang abadi.

Sementara itu, terkait Suriah, Farhan mengatakan negaranya mengambil pendekatan konstruktif terhadap kelompok minoritas dan etnis di tengah proses transisi sulit setelah bertahun-tahun dilanda perang saudara.

Ia menambahkan bahwa rekonstruksi pada akhirnya akan dipimpin oleh warga Suriah, dan aktor-aktor regional dan internasional akan memainkan peran pendukung.

Bin Farhan juga mengatakan perjanjian dengan kelompok teror SDF sedang dikembangkan dengan cara yang menghormati hak-hak Kurdi, dan menyatakan keyakinan bahwa kemajuan pemerintah yang berkelanjutan akan membawa manfaat yang lebih luas.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Arab Saudi terus salurkan bantuan makanan untuk pengungsi di Gaza

Baca juga: Axios: Trump minta Saudi normalisasi dengan Israel usai perang Gaza

Baca juga: Arab Saudi: kegagalan dunia hentikan genosida ancam stabilitas kawasan

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |