Jakarta (ANTARA) - Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah KH Muhammad Fatwa menyatakan lima alumni santri Pondok Pesantren Darul Amanah yang dilantik dan bergabung sebagai alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) merupakan bukti keberhasilan pendidikan holistik
“Kami berkomitmen dalam menerapkan sistem pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai keagamaan, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan,” KH Muhammad Fatwa saat Deklarasi Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu
Ia menilai keberhasilan lima alumni yang berhasil melintasi program penggemblengan wawasan kebangsaan di Lemhannas ini merupakan bukti konkret bahwa pendidikan pesantren tidak semata-mata berfokus pada pendalaman ilmu agama.
Pendidikan pesantren juga mampu melahirkan kader kepemimpinan nasional yang responsif terhadap ketahanan negara.
Menurut dia masuknya para santri ke lembaga pengkaderan kepemimpinan tingkat nasional seperti Lemhannas merupakan wujud nyata dari pembentukan karakter berkelanjutan.
Proses pembinaan di Ponpes Darul Amanah dirancang agar memberikan dampak positif yang terus membimbing santri, baik selama menimba ilmu di lingkungan pesantren maupun saat mengabdi di tengah masyarakat.
Baca juga: Ketua MPR minta ponpes didik karakter santri dengan tradisi Indonesia
"Santri hari ini harus hadir di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Ia menambahkan pelatihan di Lemhannas adalah bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan pendidikan holistik yang memadukan olah pikir, olah rasa, olah jiwa, dan wawasan kebangsaan baik di dalam maupun di luar lingkungan pesantren.
Kiai Fatwa menjelaskan bahwa integrasi antara nilai-nilai keislaman yang moderat dan pembekalan wawasan ketahanan nasional dari Lemhannas sangat krusial bagi masa depan generasi muda.
"Pelatihan di Lemhannas menjadi kelanjutan alamiah dari tradisi kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan pesantren, sehingga sinergi ini melahirkan alumni yang siap menjadi benteng pertahanan moral sekaligus pilar kebangsaan Indonesia," pungkas Kiai Fatwa.
Ia menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darul Amanah akan terus mendorong santri dan alumninya untuk aktif berkiprah serta mengambil peran strategis di tingkat nasional maupun internasional tanpa kehilangan identitas keislaman dan kepesantrenannya.
Baca juga: Baznas RI buka Beasiswa Santri 2026 untuk 2.500 dhuafa berprestasi
Sementara Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa dalam gelaran pendidikan pesantren seperti yang telah diterapkan oleh Pesantren Darul Amanah merupakan modal utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di tengah dinamika geopolitik dan pesatnya kemajuan teknologi.
Ia mengapresiasi Pesantren Darul Amanah telah mengirimkan 5 kader pesantren untuk mengikuti pendidikan Lemhanas diantaranya Hasan, Saib, Rosi, Mansyur dan Mustain.
Pesantren telah melakukan transformasi tanpa kehilangan akar dasarnya sebagai pembentuk karakter, terutama karakter kebangsaan dan spiritualitas.
“Kami harapkan pengalaman pesantren dapat menjadi role model bagi pendidikan holistik di seluruh dunia dalam mendorong perdamaian, etika, dan moral keagamaan," kata dia.
Baca juga: BNPT: Pemberdayaan santri strategi cegah terorisme jangka panjang
Baca juga: Baznas RI luncurkan Beasiswa Santri di Muktamar ke-35 NU
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































