Gubernur Lampung: GAK masih erupsi pemantauan berkala terus dilakukan

1 hour ago 2

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pemantauan berkala akibat masih terjadinya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Berdasarkan periode pemantauan, terlihat bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau sampai hari ini masih menunjukkan adanya erupsi. Sehingga kami terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas ini secara berkala," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Minggu.

Ia mengatakan secara visual, hari ini Minggu (6/9) Gunung Anak Krakatau dalam kondisi tertutup kabut asap dan kawah tidak teramati. Lalu cuaca hari ini berawan, serta angin lemah berhembus dari arah Timur Laut dan Barat Laut.

"Lalu kami sampaikan pula, untuk abu vulkanik juga terus bergerak ke arah Barat Daya dan sedikit ke arah Barat Laut. Tentunya kondisi ini dipengaruhi arah angin pada hari sebelumnya yang bertiup dari Barat Laut maupun Utara," ucap dia.

Dia melanjutkan pemerintah daerah beserta pihak terkait telah melakukan pengamatan sejak Jumat (4/9) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Tercatat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi sejak Jumat (4/9) dan berlanjut hingga Sabtu (5/9) pukul 00.00-05.00 WIB serta abunya terbawa angin hingga ke beberapa daerah salah satunya di Provinsi Lampung.

Namun aktivitas erupsi sempat berhenti dan abu vulkanik mulai berkurang pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB, akan tetapi erupsi terjadi kembali di pagi hari pada pukul 06.00-12.00 WIB, dengan arah angin ke arah Barat Daya serta Barat Laut yang membawa abu vulkanik.

"Abu vulkanik ini memang tergantung dari kencangnya angin dan juga ketinggian erupsi itu sendiri. Sehingga kita perlu tetap waspada serta mengurangi aktivitas di luar rumah," ucap dia.

Menurut dia, abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau itu telah berdampak ke beberapa kabupaten di Provinsi Lampung yakni di Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus dan Pesisir Barat.

"Dan ini menunjukkan masih adanya aktivitas erupsi, sehingga masyarakat diharapkan untuk tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan," tambahnya.

Baca juga: Sekolah di Lampung belajar daring dua hari antisipasi abu Krakatau

Baca juga: Pemkot Bandarlampung kerahkan nakes bagikan masker kepada warga

Baca juga: 22 penerbangan di Bandara Radin Inten dibatalkan akibat abu Krakatau

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |