Jepang pertimbangkan ODA untuk tingkatkan pelabuhan perikanan RI

1 hour ago 2

Tokyo (ANTARA) - Jepang berencana menggunakan bantuan pembangunan resmi (Official Development Assistance/ODA) untuk membantu meningkatkan fasilitas pelabuhan perikanan Indonesia dan memungkinkan kapal patroli penjaga pantai negara Asia Tenggara itu singgah di pelabuhan tersebut, menurut sumber pemerintah Jepang pada Minggu.

Dukungan Tokyo untuk mendiversifikasi fungsi pelabuhan, yang akan memungkinkan kapal patroli Indonesia beroperasi di lebih banyak wilayah, ditujukan untuk memperkuat kemampuan pengawasan maritim Indonesia di tengah maraknya penangkapan ikan ilegal dan penyelundupan di Laut China Selatan.

Laut yang kaya sumber daya tersebut memiliki tumpang tindih klaim teritorial dengan sejumlah negara Asia lainnya dan merupakan jalur pelayaran internasional yang strategis. China mengeklaim kedaulatan atas hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

Pada Maret, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bertemu Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Tokyo dan keduanya sepakat mendorong kerja sama konkret di bidang ekonomi dan keamanan.

Dalam pertemuan itu, Takaichi mengatakan Jepang berkeinginan kuat untuk meningkatkan kerja sama maritim dengan Indonesia, termasuk melalui pengembangan industri perikanan.

Rencana pemberian ODA, yang kemungkinan disalurkan melalui pinjaman dalam mata uang yen, merupakan respons terhadap permintaan Indonesia untuk menggunakan pelabuhan perikanan sebagai pusat pemantauan aktivitas maritim, kata sumber tersebut.

“Memastikan keamanan maritim di seluruh Laut China Selatan sangat penting bagi keamanan Jepang,” kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang.

Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) memulai studi pendahuluan pada September 2025 untuk mengkaji wilayah-wilayah yang berpotensi mendapatkan dukungan, termasuk tujuh lokasi yang salah satunya berada di Kepulauan Natuna, yang terletak di dekat wilayah perairan yang disengketakan, menurut sumber tersebut.

Berdasarkan sejumlah faktor, termasuk arti penting geografis pelabuhan perikanan dari perspektif pemantauan maritim, dua lokasi akan dipilih pada tahap awal.

Peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan tersebut diperkirakan mencakup perluasan dermaga dan pembangunan fasilitas pengisian bahan bakar. Rencana pengembangannya akan disusun hingga Juni 2027, menurut sumber tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir kedua negara telah memperkuat kerja sama pertahanan melalui kerangka “bantuan keamanan resmi” Jepang yang memberikan dukungan kepada angkatan bersenjata Indonesia.

Melalui kerangka tersebut, yang menyediakan peralatan pertahanan bagi negara-negara yang memiliki kesamaan pandangan, Jepang telah menyepakati pemberian kapal patroli berkecepatan tinggi kepada TNI Angkatan Laut.

Jepang memandang Indonesia sebagai negara penting dalam mendorong visi Indo-Pasifik yang “bebas dan terbuka”, sekaligus menjadi penyeimbang terhadap meningkatnya pengaruh militer dan ekonomi China di kawasan.

Sumber: Kyodo-OANA

Baca juga: Jepang kirim kapal Kunisaki bantu padamkam karhutla di Indonesia

Baca juga: Jepang lanjutkan konservasi pantai Bali fase II senilai Rp1,08 triliun

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |