Jakarta (ANTARA) - Pemain timnas futsal Indonesia Samuel Eko menyatakan tekad tim untuk meraih kemenangan saat menghadapi Vietnam pada laga perempat final Piala Asia 2026, sekaligus membalas kekalahan pada ajang SEA Games 2025.
Samuel merupakan pencetak gol satu-satunya untuk Indonesia, saat bermain imbang 1-1 dengan Irak pada pertandingan terakhir Grup A di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu.
“Pastinya kita ingin menang, balas dendam di SEA Games. Apalagi di rumah sendiri, wajib menang,” kata Samuel saat ditemui di mixed zone usai pertandingan.
Samuel juga mengungkapkan perkembangan penampilannya setelah menjalani laga keduanya bersama tim nasional pada turnamen ini. Ia menyebut debutnya terjadi saat menghadapi Kirgistan, sementara pada pertandingan kontra Irak ia merasa tampil lebih baik.
“Di match kedua ini saya ngerasa lebih baik lagi dari match sebelumnya,” ujarnya.
Baca juga: Indonesia ke perempat final Piala Asia Futsal sebagai juara Grup A
Selain soal performa di lapangan, Samuel mengaku terkesan dengan dukungan besar dari para pendukung timnas futsal Indonesia yang memadati arena pertandingan. Ia menyebut kehadiran puluhan ribu suporter menjadi tambahan motivasi bagi skuad Garuda.
Pada pertandingan melawan Irak itu, total 10.076 penonton memenuhi Indonesia Arena.
“Kesannya sangat bangga, bisa ditonton puluhan ribu. Saya berharap di lawan Vietnam nanti lebih banyak lagi, biar kita semangat semuanya,” kata pemain tersebut.
Samuel juga mendedikasikan gol yang dicetaknya kepada keluarga serta masyarakat Indonesia yang hadir langsung memberikan dukungan.
“Buat istri, anak, dan orang tua yang datang juga nonton. Pastinya buat warga Indonesia juga yang sudah hadir puluhan ribu malam ini,” tuturnya.
Indonesia akan bermain melawan Vietnam di perempat final, pada Selasa (3/2) di Indonesia Arena, Jakarta.
Baca juga: Hector Souto ingin ukir sejarah dengan loloskan Indonesia ke semifinal
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































