Rusia nantikan kedatangan KRI Bima Suci di laut Moskow, Juni 2026

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan bahwa Moskow menantikan kedatangan KRI Bima Suci pada Juni 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kerja sama angkatan laut kedua negara.

“Tahun ini kami menantikan setidaknya dua kapal dari Indonesia. Salah satunya adalah kapal layar Bima Suci,” kata Dubes Tolchenov saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, pada Juli mendatang, Angkatan Laut Indonesia juga dijadwalkan mengirimkan kapal perang ke wilayah Timur Jauh Rusia untuk mengikuti putaran kedua latihan maritim bilateral Orruda 2026.

Menurut Tolchenov, hubungan persahabatan antara Rusia dan Indonesia akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut adalah pertukaran kunjungan kapal yang telah menjadi agenda rutin tahunan.

Kunjungan kapal Indonesia tersebut, sambungnya, merupakan balasan dari kunjungan gugus kapal Rusia yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok sejak 29 Maret hingga 2 April. Kapal-kapal tersebut terdiri dari korvet Gromky-335, kapal selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, dan kapal tunda Andrey Stepanov.

Tolchenov menegaskan bahwa kunjungan kapal militer Rusia ke Indonesia bukan merupakan ancaman, melainkan bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara. Ia menekankan bahwa hubungan antara Angkatan Laut Rusia dan Indonesia telah terjalin selama lebih dari enam dekade.

“Ini juga merupakan bagian integral dari kerja sama kita di bidang militer antara kedua negara. Saya sangat senang dapat mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut Indonesia telah menjalin persahabatan selama lebih dari 60 tahun,” ujarnya.

Dia mencatat bahwa pada tahun 1950-an dan 1960-an, Rusia telah mengirimkan banyak kapal tempur, kapal selam, dan pesawat tempur ke Indonesia untuk membantu negara yang saat itu masih muda dalam melindungi kemerdekaan serta menjaga keutuhan wilayahnya.

“Jadi, apa yang kita lihat sekarang hanyalah kelanjutan dari kerja sama bilateral tersebut, dan ini merupakan simbol nyata serta contoh nyata bagaimana hubungan persahabatan antara dua negara dapat terjalin dengan baik,” tambahnya.

Baca juga: KSAL lepas keberangkatan KRI Bima Suci untuk jalani misi diplomasi

Baca juga: KSAL pastikan misi KJK berjalan aman walau konflik geopolitik memanas

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |