Jakarta (ANTARA) - Perusahaan konstruksi nasional PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menyatakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) 2025 tidak mengagendakan perubahan pengurus, hanya membahas anggaran dasar (AD) serta pengesahan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2026.
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan RUPS LB kali ini hanya memuat dua agenda, sehingga tidak ada keputusan terkait pergantian manajemen.
“Jadi tadi hanya dua agenda, terkait dengan anggaran dasar dan juga pengesahan RKAP di 2026,” kata Novel usai RUPSLB PTPP, di Jakarta, Kamis.
Novel menyampaikan RKAP 2026 disusun dengan fokus pada penguatan bisnis inti konstruksi, sejalan dengan evaluasi kinerja dan pengelolaan risiko proyek.
“Kami sudah kembali ke core bisnis kami, yaitu konstruksi,” ujar Novel.
Ia menambahkan, PTPP akan memprioritaskan proyek bangunan, infrastruktur, dan engineering, procurement, and construction (EPC), yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), PTPP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp15,8 triliun hingga September 2025, dengan total aset mencapai sekitar Rp60 triliun.
Sektor konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), katanya lagi, masih menjadi penopang proyek strategis nasional, terutama yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta proyek pemerintah.
Perseroan juga menyatakan tetap membuka peluang proyek swasta dengan seleksi ketat berbasis risiko dan profitabilitas.
Baca juga: PTPP percepat pembangunan Pelabuhan Patimban Jabar, sudah 73 persen
Baca juga: PTPP percepat pemulihan infrastruktur pascabencana Aceh dan Sumut
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































