Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama bilateral dengan dukungan pasokan medis untuk Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan pemanfaatan perangkat medis canggih di tempat itu.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat, menyampaikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia resmi ditetapkan sebagai pusat unggulan penanganan penyakit jantung dengan dukungan teknologi medis berstandar internasional.
Untuk itu, dia menginstruksikan rumah sakit tersebut mengoptimalkan pemanfaatan perangkat medis canggih yang telah tersedia untuk mendukung tindakan medis tingkat lanjut.
"Kompleks tetapi tradisional? Tidak. Saya ingin ditingkatkan menjadi kompleks tetapi canggih, karena perangkatnya sudah sangat baik," kata dia dalam peninjauan di Surakarta, Kamis (29/1).
Selain penguatan fasilitas fisik, dia meminta peningkatan kapasitas tenaga medis melalui sistem pengampuan menjadi fokus utama guna menjamin mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca juga: Prabowo: Pembangunan RS Kardiologi Emirates Indonesia inisiatif Jokowi
Direktur Utama RSUP Dr Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang melaksanakan program pendampingan.
"Kami dari RSUP Dr Sardjito melaksanakan pengampuan selama lima tahun. Targetnya adalah memastikan kesiapan sumber daya manusia sehingga proses alih pengetahuan dapat berjalan optimal dalam pelayanan jantung," ujarnya.
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri menyatakan dukungan untuk keberlanjutan operasional rumah sakit itu.
"UEA senantiasa siap memberikan dukungan kepada bangsa sahabat kami, Republik Indonesia," katanya.
Pemerintah UEA sedang mengkaji pemberian dukungan tambahan berupa pasokan kebutuhan medis guna menjamin operasional rumah sakit yang profesional dan berkelanjutan.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengemukakan pentingnya keberadaan fasilitas ini dalam mempercepat penanganan kasus kegawatdaruratan jantung di wilayah Surakarta.
"Keberadaan rumah sakit ini sangat krusial, mengingat penanganan serangan jantung membutuhkan respons cepat dalam kurun waktu dua hingga enam jam," ujarnya.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Surakarta, serta dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab, RS Kardiologi Emirates-Indonesia diproyeksikan mampu memangkas rantai rujukan pelayanan jantung yang selama ini relatif panjang.
Fasilitas itu diharapkan menjadi model transformasi layanan rujukan kardiovaskular di daerah dengan tetap mengedepankan mutu pelayanan yang setara dengan standar internasional.
Baca juga: Kemenkes: RS Kardiologi Emirates-Indonesia akan terima BPJS Kesehatan
Baca juga: Prabowo minta pembangunan RS baru tiap kota miliki peralatan canggih
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































