Jakarta (ANTARA) - Kepala Pelatih Tunggal Putri PP PBSI Imam Tohari mengatakan Putri Kusuma Wardani perlu meningkatkan kepercayaan diri serta kematangan permainan untuk bisa menembus jajaran empat besar dunia.
Penilaian tersebut disampaikan setelah Putri menunjukkan perkembangan performa yang cukup baik dalam rangkaian turnamen Tur Eropa 2026, termasuk dengan capaian sebagai runner-up Super 300 Swiss Open.
“Progres Putri sudah baik, tetapi untuk menembus jajaran empat besar dunia tentu tidak mudah. Ia harus memahami kendala dalam dirinya, berani mengambil inisiatif, dan lebih percaya diri saat bertanding,” ujar Imam dalam keterangan resmi PP PBSI, Selasa.
Menurut Imam, kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting agar pemain mampu tampil maksimal, terutama dalam pertandingan dengan tekanan tinggi seperti partai final.
Baca juga: Putri KW akui sulit lewati pemain empat besar dunia
Selain itu, kemampuan mengontrol pola permainan serta keberanian mengambil keputusan di lapangan juga dinilai menjadi aspek penting dalam perkembangan seorang atlet untuk naik ke level elite.
Sebelumnya, Putri berhasil mencapai final Swiss Open setelah tampil cukup konsisten sepanjang turnamen. Namun pada partai puncak, penampilannya belum optimal setelah kalah dari wakil Thailand Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21.
Sementara pada turnamen Super 1000 All England, Putri melaju hingga perempat final sebelum dihentikan pemain Korea Selatan An Se Young dengan skor 11-21, 14-21.
Putri sebelumnya juga mengakui masih menghadapi kesulitan saat berhadapan dengan para pemain papan atas dunia.
“Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki kalau untuk melawan top empat. Menurut saya yang masih belum bisa dilewati adalah mereka di empat besar,” ujar Putri saat All England.
Baca juga: Putri KW jadikan Swiss Open sebagai bahan evaluasi tingkatkan performa
Pemain yang kini menempati peringkat keenam dunia tersebut mengatakan konsistensi permainan dan ketahanan berpikir saat bertanding menjadi tantangan utama ketika menghadapi pemain top dunia.
“Pengalaman sangat baik bisa sampai di perempat final All England ini. Saya belajar dari pemain nomor satu dunia bagaimana cara berpikir dan menjaga konsistensi di lapangan,” ujar Putri.
Ia menambahkan banyak pelajaran yang bisa diambil dari cara bermain An Se Young yang tidak hanya agresif dalam menyerang, tetapi juga mampu memancing kesalahan lawan.
“Cara bermainnya bukan hanya mematikan lawan, tapi juga bisa membuat lawan mati sendiri,” katanya.
Saat ini, persaingan tunggal putri dunia memang diisi pemain papan atas seperti An Se Young di peringkat pertama, Wang Zhi Yi dari China di posisi kedua, Chen Yu Fei dari China di urutan ketiga, Akane Yamaguchi dari Jepang di posisi keempat, serta Han Yue dari China di posisi kelima.
Baca juga: Putri KW berharap bisa tingkatkan performa selama 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































