Doni Tata: Mental kuat jadi senjata utama Veda Ega di Moto3

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Mantan pembalap Indonesia Doni Tata Pradita menilai kekuatan mental menjadi kelebihan utama pembalap muda Tanah Air Veda Ega Pratama dalam bersaing di ajang Moto3 musim ini.

Doni mengatakan, kemampuan Veda untuk tetap percaya diri dan berani bertarung dengan pembalap lain menjadi faktor penting di balik keberhasilannya meraih podium pada Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, akhir pekan lalu.

“Kalau saya lihat dari mentalnya, dia sangat percaya diri. Saat balapan berani fight dan punya fighting spirit yang bagus,” kata Doni kepada ANTARA via telepon, Selasa.

Menurut eks pembalap Moto2 itu, keberanian Veda untuk menyerang pada lap-lap akhir juga menunjukkan kematangan mental pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut, meski usianya masih sangat muda.

Doni mencontohkan bagaimana pembalap 17 tahun itu mampu memperbaiki performanya setelah sebelumnya finis kelima pada seri pembuka di Buriram, Thailand, sebelum akhirnya naik podium pada seri berikutnya di Brasil.

Baca juga: Podium Veda Ega di Brasil perkuat posisi Indonesia di motorsport dunia

“Di Brasil dia terlihat lebih percaya diri dan sudah memahami peta kekuatan lawan. Di lap terakhir dia berani menyerang dan akhirnya bisa masuk tiga besar,” ujarnya.

Selain mental bertanding, Doni juga mengungkapkan agresivitas serta kemampuan adaptasi Veda terhadap karakter sirkuit internasional menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki pembalap seusianya.

Ia mengatakan pengalaman Veda dari berbagai ajang balap junior internasional menjadi bekal penting dalam membentuk karakter balapnya saat ini.

“Dia cepat adaptasi dengan sirkuit internasional karena prosesnya sudah benar. Dari Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup sampai Moto3, jadi memang sudah terlatih,” kata Doni.

Lebih lanjut, Doni mengatakan sistem pembinaan yang lebih terstruktur saat ini turut membantu perkembangan pembalap Indonesia dibandingkan dengan era ketika dirinya masih aktif balapan di kejuaraan dunia.

Baca juga: Veda Ega Pratama start dari posisi kelima pada debutnya di Moto3

Menurut dia, jenjang pembinaan yang jelas membuat pembalap memiliki waktu lebih panjang untuk beradaptasi sebelum naik ke level kompetisi yang lebih tinggi.

“Sekarang penjenjangannya sudah bagus. Pembalap ditempa dulu di Asia lalu ke Eropa sebelum ke kejuaraan dunia. Jadi lebih siap,” ujarnya.

Doni berharap Veda dapat terus menjaga konsistensi performanya sepanjang musim agar peluang untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi tetap terbuka.

“Mudah-mudahan dia bisa terus berkembang di setiap seri dan membawa nama Indonesia lebih baik lagi di level dunia,” katanya.

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |