Purbaya siapkan anggaran guna perluas perangkat papan edukasi digital

3 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung pelaksanaan program papan edukasi digital atau Interactive Flat Panel (IFP) melalui penyediaan anggaran sesuai dengan kebutuhan dan rencana pemerintah.

Purbaya menilai pemanfaatan IFP efektif mendukung proses pembelajaran di sekolah, sebagaimana hasil kunjungannya pada sejumlah sekolah di Jakarta.

“Saya tadi ingin melihat bagaimana pemakaian papan edukasi digital atau brite panel program Bapak Presiden Prabowo di sekolah-sekolah,” kata Purbaya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.

Dalam kunjungannya, Purbaya mengikuti proses pembelajaran selama 30 menit di dua kelas pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Dari hasil pengamatan, Purbaya menilai pemanfaatan teknologi tersebut dapat mempermudah peserta didik dalam menyerap pengetahuan baru.

Proses pembelajaran yang lebih interaktif juga membuat materi pelajaran lebih mudah ditangkap oleh siswa.

“Ternyata saya saksikan tadi, saya ikuti kelasnya, duduk setengah jam di dua kelas. Itu amat efektif, membuat mata pelajaran yang sulit bisa diajarkan dengan relatif mudah ke murid-muridnya,” kata Menkeu.

Ke depan, Purbaya menyebut cakupan program idealnya dapat diperluas hingga setiap kelas memiliki satu perangkat, sehingga manfaat pembelajaran digital dapat dirasakan secara lebih merata oleh peserta didik.

“Cuma kalau saya pikir, masih kurang. Idealnya ada satu kelas, satu, secara bertahap nanti ke depan. Jadi program ini amat baik dan patut dilanjutkan,” katanya menambahkan.

Menkeu pun menyatakan perluasan program akan dilakukan secara bertahap dan dapat ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan rencana pemerintah.

Penyaluran perangkat IFP merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah berencana menambah sekitar satu juta panel pintar interaktif pada 2026. Penambahan tersebut ditujukan agar setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas yang dilengkapi IFP, sebelum ditingkatkan menjadi minimal enam ruang kelas dalam kurun waktu tiga tahun.

Baca juga: Menkeu tekankan pengawasan anggaran untuk stabilitas fiskal NTT

Baca juga: Dana bantuan Rp20,5 T siap cair, Purbaya minta pengawasan diperkuat

Baca juga: Pemerintah siap salurkan bantuan pusat Rp20,5 triliun ke daerah

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |