Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan jalan tol harus lebih membuka akses ke pusat-pusat ekonomi.
Menurut dia, pada era global saat ini investasi untuk mewujudkan infrastruktur jalan tol tidak hanya berfokus dari dalam negeri. Kurang lebih sekitar Rp36 triliun itu berasal dari Foreign Direct Investment (FDI).
"Melalui investasi global ini jalan tol harus lebih bisa membuka akses ke kawasan industri, pelabuhan, bandara, kawasan ekonomi khusus, kawasan wisata dan pusat ekonomi sehingga konektivitas itu sendiri mampu mendorong investasi lebih besar dan lebih menarik. Investasi sebesar itu adalah kewajiban kita bersama untuk menjaganya," ujar Dody di Jakarta, Rabu.
Dirinya menyampaikan saat ini sudah kurang lebih 3.100 kilometer jalan tol yang telah beroperasi terdiri dari 76 ruas yang dikelola oleh 54 badan usaha jalan tol (BUJT) dengan total nilai investasi sebesar Rp779 triliun.
Astacita Presiden Prabowo Subianto, kata Dody, sudah sangat jelas yakni pembangunan harus memperkuat kemandirian bangsa dan manfaatnya wajib langsung dirasakan oleh masyarakat.
Di Kementerian Pekerjaan Umum, arah ini diterjemahkan melalui visi PU608. ICOR atau Incremental Capital Output Ratio harus di bawah 6 supaya investasi sendiri makin produktif. Kemudian kemiskinan menuju 0 persen melalui pemerataan akses ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi yang menuju 8 persen.
"Jadi jalan tol tidak cukup hanya mempercepat perjalanan tapi juga wajib ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi," kata Dody.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.
Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional.
Dirinya berkomitmen menjaga konsistensi pembangunan jalan dan jembatan di Indonesia dalam rangka meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Dody mengatakan pengembangan jaringan jalan serta jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi masuknya investasi, mendukung pengembangan kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas antar pusat-pusat ekonomi regional.
Baca juga: Gubernur: Pembebasan lahan Tol Jambi-Rengat tuntas Desember 2026
Baca juga: Jasa Marga sebut progres pembangunan jalan Jogja-Solo capai 98 persen
Baca juga: Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24 km siap beroperasi
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































