Pertamina Lubricants sebut pasar ekspor pelumas tembus 16 negara

3 hours ago 8

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Lubricants menyebut pasar ekspor pelumas buatan dalam negeri telah menembus 16 negara di Asia, Afrika, dan Australia sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar global.

"Dan pasar yang menjadi sasaran pelumas Pertamina tidak hanya domestik, tapi kita juga juga merambah ke pasar mancanegara. Kita sudah merambah ke mencapai ke 16 negara untuk saat ini," kata Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi dalam media visit Production Unit Jakarta, Rabu.

Pertamina Lubricants mengoperasikan Production Unit Jakarta sebagai salah satu fasilitas produksi pelumas yang dikelola perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Rika menjelaskan bisnis Pertamina tidak hanya bergerak di sektor bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, tetapi juga mengembangkan bisnis pelumas untuk kendaraan serta berbagai kebutuhan industri.

Di industri pelumas, Pertamina Lubricants bersaing dengan ratusan merek yang beredar di Indonesia. Persaingan tersebut dinilai sangat kompetitif dengan lebih dari 200 merek yang telah terdaftar di pasar nasional.

Untuk mempertahankan daya saing, Pertamina Lubricants mengandalkan produksi dari fasilitas yang dimiliki sendiri sehingga kualitas produk dapat dikendalikan secara langsung sejak proses manufaktur.

Secara nasional, perusahaan memiliki tiga pabrik pelumas yang berlokasi di Jakarta, Gresik, dan Cilacap sebagai pusat produksi untuk memenuhi permintaan pasar.

Proses produksi pelumas di pabrik PT Pertamina Lubricants Production Unit Jakarta, Rabu (12/8/2026). ANTARA/Harianto

Production Unit Jakarta menjadi fasilitas produksi terbesar milik Pertamina Lubricants dengan kapasitas mencapai 270.000 kiloliter pelumas per tahun. Sementara dari ketiga pabrik total produksi mencapai 470.000 kiloliter per tahun.

Perusahaan juga menerapkan sistem produksi yang didominasi proses otomatis dengan dukungan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi, menjaga konsistensi kualitas, serta mendukung kapasitas produksi yang besar.

Manager Production Pertamina Lubricants Unit Jakarta, Dody Arief Aditya menambahkan volume ekspor pelumas perusahaan mencapai sekitar 11.000 kiloliter per tahun atau berkontribusi sekitar 3 persen terhadap total penjualan.

“Sekitar 11.000 KL untuk ekspor per tahunnya,” ujar Dody.

Ia menambahkan, penggunaan teknologi modern di fasilitas produksi menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung ekspansi pasar global. Proses produksi, mulai dari pencampuran bahan hingga pengisian kemasan, telah menggunakan sistem otomatisasi.

“Teknologi yang modern ini yang pertama akan menjamin kualitas produk yang kita produksi. Dengan teknologi yang serba otomatis itu, tingkat akurasi proses produksi kita, kontaminasi produk, itu bisa kita cegah,” jelasnya.

Menurut Dody, otomatisasi juga membuat kapasitas produksi menjadi lebih besar dibandingkan metode konvensional. Saat ini, kapasitas produksi pelumas mencapai 270 juta liter, sedangkan produk grease mencapai 8.000 metrik ton.

“Harapan kami produk-produk yang kita produksi itu secara kualitas dijamin stabil dan kita menerapkan berbagai standar testing dan metode uji kualitas skala internasional di Production Unit Jakarta,” katanya.

Pekerja mengemas pelumas yang diproduksi di pabrik PT Pertamina Lubricants Production Unit Jakarta, Rabu (12/8/2026). ANTARA/Harianto

Meski mengadopsi teknologi modern, Dody menyebut proses produksi di PUJ belum sepenuhnya menggunakan kecerdasan buatan (AI). Sistem yang digunakan saat ini masih berbasis otomatisasi dengan formula produksi yang telah terintegrasi.

“Prosesnya masih semi konvensional. Jadi katakanlah misalkan proses blending, saat ini kita tinggal panggil saja formulanya, kemudian tentukan mau di-blending di mana, jumlahnya berapa, maka semuanya sudah dilakukan secara otomatis,” beber Dody.

Adapun perusahaan mencatat produk yang diekspor mencakup segmen otomotif melalui merek Fastron dan Enduro, serta pelumas untuk kebutuhan industri seperti hidrolik, transmisi, perkapalan, dan berbagai aplikasi lainnya.

Dalam pemaparannya, perusahaan menjelaskan jaringan ekspor tersebut terus berkembang sejak 2007 dengan Korea sebagai pasar pertama, kemudian diperluas ke Bangladesh, Afrika Selatan, China, Myanmar.

Selain itu, Vietnam, Thailand, Nigeria, Yaman, Timor Leste, Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Filipina, hingga Tanzania yang menjadi negara tujuan ekspor terbaru sejak 2024.

Selain memperluas pasar ekspor, Pertamina Lubricants juga memperkuat keberadaan internasional melalui satu fasilitas produksi, satu kantor cabang, kantor perwakilan di Sydney, Australia, serta pusat distribusi di Thailand yang melayani kawasan Indocina.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk pelumas nasional sekaligus memperluas jangkauan pasar global.

Baca juga: Kadin Jatim dorong pemasaran produk pelumas nasional

Baca juga: PT BIMA-Pertamina Lubricant kolaborasi dukung industri Pelindo

Baca juga: Pentingnya ganti pelumas secara rutin pada kendaraan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |