Mexico City (ANTARA) - Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas ungkapan dukungannya terhadap para korban bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara itu pada Senin (10/8).
"Presiden Vladimir Putin, saya menerima pesan Anda atas nama Kolombia yang saat ini dengan tegar menghadapi dampak dari tragedi yang menyedihkan ini. Ucapan Anda bagi mereka yang kehilangan orang-orang terkasih serta bagi warga Kolombia yang saat ini berjuang untuk pulih diterima dengan penuh penghargaan. Terima kasih telah mengingat Kolombia di masa sulit ini," kata de la Espriella di platform X.
De la Espriella mengatakan rakyat Kolombia bersatu dalam menghadapi bencana tersebut.
Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Kolombia telah mempublikasikan pesan presiden Rusia, Selasa (11/8), di mana Putin menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada de la Espriella dan keluarga korban yang meninggal dunia akibat gempa.
Putin juga menyampaikan harapannya kepada de la Espriella agar mereka yang masih dirawat di rumah sakit segera sembuh.
"Mohon terima belasungkawa terdalam saya atas banyaknya korban jiwa dan kerusakan parah yang disebabkan oleh gempa bumi yang melanda wilayah barat Kolombia," demikian bunyi pesan tersebut.
Senin (10/8), gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia. Pusat gempa terletak dekat Kota San Jose del Palmar di Departemen Choco. Getaran gempa juga dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia, serta di negara-negara tetangga.
Dilaporkan, sedikitnya 190 orang tewas dan 1.679 lainnya terluka akibat gempa bumi tersebut.
Di Kota Cali, ibu kota Departemen Valle del Cauca, sebanyak 239 orang masih terjebak di bawah reruntuhan, sedangkan 180 orang lainnya dilaporkan hilang.
Sebanyak 243 bangunan runtuh di lima kota besar yang terdampak paling parah, yakni Pereira, Quibdo, Manizales, Armenia, dan Cali. Kelima kota tersebut masih berada dalam zona siaga merah.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Korban tewas gempa Kolombia bertambah jadi 190 orang
Baca juga: Kemlu: Semua WNI di Kolombia dalam keadaan aman
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































