Prancis dan Korea Selatan kuasai empat emas Kejuaraan Dunia BWF

7 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Prancis dan Korea Selatan menguasai empat dari lima medali emas Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah masing-masing meraih dua gelar pada rangkaian final di New Delhi, India, Minggu.

Prancis mencetak sejarah melalui Alex Lanier pada tunggal putra serta Thom Gicquel/Delphine Delrue di ganda campuran, sedangkan Korea Selatan berjaya di dua nomor putri lewat An Se-young serta Baek Ha-na/Lee So-hee.

China membawa pulang satu-satunya emas tersisa melalui Liang Wei Keng/Wang Chang pada ganda putra.

Kejutan terbesar datang dari Prancis yang sebelum edisi tahun ini belum pernah memiliki juara dunia.

Gicquel/Delrue membuka sejarah setelah menumbangkan pasangan nomor satu dunia asal China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping melalui pertarungan tiga gim 22-20, 19-21, 21-15.

Beberapa jam kemudian, Lanier menggandakan pesta Prancis dengan menundukkan Kodai Naraoka asal Jepang 21-11, 21-11 dalam waktu sekitar 50 menit.

Baca juga: Dua emas ubah sejarah Prancis di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Pemain berusia 21 tahun itu menjadi tunggal pertama Prancis yang menjuarai Kejuaraan Dunia sekaligus memastikan negaranya pulang dari New Delhi dengan dua emas bersejarah.

Korea Selatan tak kalah mencuri perhatian dengan menyapu dua gelar nomor putri.

Baek/Lee lebih dahulu mengalahkan pasangan peringkat pertama dunia Liu Sheng Shu/Tan Ning asal China 21-15, 21-15 untuk mengakhiri penantian 31 tahun Korea Selatan di ganda putri.

Mereka menjadi pasangan Korea Selatan pertama yang menjuarai nomor tersebut sejak Gil Young-ah/Jang Hye-ock merebut emas pada Kejuaraan Dunia 1995.

An kemudian melengkapi dua emas Korea Selatan setelah menaklukkan juara bertahan Akane Yamaguchi dari Jepang 21-17, 21-14 pada final tunggal putri.

Gelar tersebut menjadi titel dunia kedua bagi An setelah 2023. Pemain nomor satu dunia itu juga menyelesaikan seluruh perjalanannya di New Delhi tanpa kehilangan satu gim.

Baca juga: An Se-young raih gelar juara dunia 2026 tanpa kehilangan gim

China yang menempatkan wakil pada tiga final baru memperoleh emas pada pertandingan terakhir.

Liang/Wang memastikan gelar ganda putra setelah mengatasi juara dunia 2022 asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dua gim langsung 21-17, 21-16 dalam waktu 35 menit.

Dengan hasil tersebut, lima gelar Kejuaraan Dunia 2026 terbagi kepada tiga negara, yakni Prancis dan Korea Selatan masing-masing dua emas serta China satu emas.

Indonesia menutup turnamen dengan satu medali perunggu dari ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Amri/Nita menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang mencapai semifinal sebelum kalah tipis dari Feng/Huang 22-20, 14-21, 20-22 dalam pertandingan selama 97 menit.

Hasil tersebut membuat penantian Indonesia untuk kembali meraih gelar dunia berlanjut sejak Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara ganda putra pada edisi 2019 di Basel, Swiss.

Baca juga: Amri/Nita jadikan perunggu Kejuaraan Dunia 2026 modal kebangkitan

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |