Jakarta (ANTARA) - Meski gagal juara, pelatih tim nasional U-16 putri Indonesia Timo Scheunemann mengapresiasi mental timnya dalam Srikandi Merdeka Cup 2026.
Garuda Pertiwi mengakui ketangguhan timnas Thailand, 0-1 dalam babak final Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu malam WIB.
Timo memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Keysa Arabela Manisya dan kawan-kawan yang mampu menunjukkan mentalitas serta performa yang konsisten dalam lima pertandingan selama mengikuti turnamen ini.
"Mereka bisa berjuang, main lima kali dalam sepuluh hari itu kan, untuk pemain profesional saja susah banget. Apalagi umur cewek umur 14, 15, 16 tahun," kata Timo dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Baca juga: Timo ingin lihat kualitas Indonesia dalam final Srikandi Merdeka Cup
"Butuh mental yang luar biasa, butuh jiwa pejuang. Dan itu mereka tunjukkan hari ini juga lawan Thailand. Jadi walaupun capek, mereka berjuang, mereka sudah kasih seratus persen," imbuh Timo.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut tidak memberikan evaluasi mengenai performa yang ditunjukkan oleh Garuda Pertiwi mengingat Thailand merupakan tim yang jauh lebih lama terbentuk.
Selain itu dari sisi timnas Indonesia memang membagi kedalaman skuad menjadi dua tim pada turnamen yang pertama kali diselenggarakan ini.
"Syukur kami bisa melalui turnamen ini tanpa ada yang cedera. Kami kedalaman timnya agak kurang karena memang konsekuensi dari memecah jadi dua tim. Tapi intinya mereka enggak ada yang cedera itu sudah luar biasa," ujar Timo.
Baca juga: PSSI dorong talenta putri U-17 tumbuh lewat ajang internasional
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































