Pupuk Kaltim pangkas 110 ribu ton emisi CO2 lewat Ammonia Pabrik-2

6 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyampaikan akan memangkas emisi karbon hingga 110 ribu ton CO2 per tahun dengan mengoperasikan penuh Ammonia Pabrik-2.

Melalui keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakanrevamping Ammonia Pabrik-2 berhasil menurunkan konsumsi energi secara signifikan dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton amonia. Dengan pencapaian penghematan energi sebesar 4,03 MMBTU, Pupuk Kaltim diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya produksi hingga 14,3 juta dolar AS per tahun atau setara dengan Rp228 miliar per tahun.

“Selain penghematan biaya, efisiensi energi yang dicapai memberikan dampak ekologis signifikan melalui penurunan emisi karbon (CO2 reduction) diperkirakan mencapai 110.000 ton CO2 per tahun,” kata Rafli.

Dari sisi produksi, revamping tersebut juga berhasil meningkatkan kapasitas Ammonia Pabrik-2. Selama pengujian berlangsung, pabrik mampu menghasilkan rata-rata 1.841 ton amonia per hari, meningkat sebesar 4,18 persen dari kapasitas sebelumnya yaitu 1.767 ton per hari.

Peningkatan ini secara langsung memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea di Pupuk Kaltim.

Modernisasi Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan sejumlah teknologi kunci, antara lain shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system. Selain itu, integrasi otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol melalui penerapan Distributed Control System (DCS) memungkinkan pemantauan proses secara real-time, meningkatkan akurasi dan efisiensi operasi, serta mitigasi potensi gangguan.

Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang diresmikan pada Januari 2026 ini merupakan salah satu komitmen utama Pupuk Kaltim dalam program revitalisasi industri pupuk nasional yang didukung Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025.

Setelah diresmikan, Ammonia Pabrik-2 menjalani tahapan persiapan, pengujian dan penyesuaian operasi secara bertahap hingga mencapai kinerja optimal dan target efisiensi energi pada Agustus 2026.

Proyek ini menjadi tonggak pertama yang diselesaikan dari tujuh komitmen revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang dijalankan Pupuk Indonesia Group dalam lima tahun ke depan.

“Ke depan, bersamaan dengan proyek strategis lain seperti pembangunan Pabrik Soda Ash di Bontang dan pengembangan kawasan industri pupuk baru, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketersediaan pupuk dan mendukung ketahanan pangan nasional," kata Rafli.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |