Prabowo tegaskan Gontor tak boleh ikut politik praktis

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Gontor tidak boleh terlibat politik praktis demi menjaga nilai-nilai yang sudah mengakar pada pondok pesantren yang sudah berusia satu abad tersebut.

"Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik. Itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis, tetapi harus paham politik," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada resepsi kesyukuran 100 tahun pesantren tersebut di Ponorogo, Jawa Timur, dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.

Prabowo menggarisbawahi bahwa pesantren legendaris tersebut berkewajiban menjaga netralitas dengan menempatkan diri di atas seluruh kepentingan partisan.

"Gontor harus di atas segala golongan politik," ujarnya.

Meskipun harus bersikap independen dari kancah kekuasaan, Presiden menilai lembaga pendidikan Islam ini tetap memegang peran penting bagi kemajuan masyarakat.

Posisi berdiri di atas semua golongan tersebut dinilai memungkinkan Gontor untuk berkontribusi aktif di pelbagai sektor pembangunan nasional.

"Gontor tidak boleh ke mana-mana, tetapi harus ada di mana-mana," kata Prabowo.

Dalam ajang peringatan seabad pesantren itu, Prabowo turut mengapresiasi keberadaan Panca Jiwa Gontor sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa.

Ia secara khusus menyebut lima nilai utama yang terkandung di dalamnya, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.

Menurut Prabowo, prinsip dasar yang ditanamkan oleh pesantren tersebut sangat relevan untuk diterapkan secara luas dalam kehidupan berbangsa.

Prabowo menilai moto dan nilai keteladanan yang diajarkan di Gontor patut dijadikan rujukan moral di mana pun berada.

Baca juga: Prabowo: Nilai Panca Jiwa Gontor sejalan dengan perjuangan bangsa

Baca juga: Prabowo resmikan Balai Pertemuan dan Fakultas Kedokteran Unida Gontor

Baca juga: Prabowo teriakkan "Free Palestine" dan kenakan keffiyeh di Gontor

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |