Prabowo tekankan pemimpin harus pintar dan tak mudah dibohongi

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menekankan pemimpin Indonesia harus pintar dan memiliki pengetahuan luas agar mampu menghadapi berbagai tantangan dan tidak mudah dibohongi.

"Berpengetahuan luas. Benar. Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang. Jangan dibodoh-bodohi," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada acara resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu.

Sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyampaikan hal tersebut ketika menguraikan nilai-nilai yang menurutnya penting dimiliki generasi Indonesia.

Presiden mengatakan generasi Indonesia juga harus memiliki keberanian untuk melihat kekurangan dan kelemahan diri sendiri.

Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga perlu mampu melihat persoalan secara benar.

"Saya heran, kadang-kadang profesor, tapi enggak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing," kata Prabowo.

Selain berpengetahuan luas, Prabowo mengatakan generasi Indonesia juga perlu memiliki pikiran yang bebas.

"Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita," katanya.

Presiden juga mengingatkan pentingnya memiliki jiwa besar dan tidak merasa rendah diri ketika menghadapi tantangan.

"Jangan punya rasa rendah diri. Jangan punya rasa kalah sebelum berjuang," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengaitkan nilai-nilai Panca Jiwa Gontor dengan perjuangan membangun bangsa Indonesia. Panca Jiwa tersebut meliputi keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.

Prabowo mengatakan nilai-nilai tersebut sejalan dengan perjuangan bangsa Indonesia, termasuk keinginan agar Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri.

Peringatan 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor tersebut juga diikuti dengan peresmian Balai Pertemuan Pondok Modern dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor oleh Presiden Prabowo.

Dalam acara tersebut Prabowo turut didampingi oleh sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Selanjutnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

Baca juga: Prabowo tegaskan Gontor tak boleh ikut politik praktis

Baca juga: Prabowo ingatkan bangsa Indonesia harus kuat agar tidak dijajah

Baca juga: Prabowo tegaskan komitmen hapus kelaparan di Indonesia

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |