Nagoya, Jepang (ANTARA) - Penguatan pola permainan tunggal menjadi salah satu fokus utama dalam mempersiapkan Sumaya menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026, demikian disampaikan Pelatih tunggal putri teqball Indonesia Benidiktus Budi Setyoko.
"Selama pelatnas, kami lebih banyak drill-drill yang memang untuk single. Jadinya, lebih ke permainan tunggal," kata Beni seusai mendampingi Sumaya pada semifinal di Nagoya City Higashi Sports Center, Nagoya, Sabtu.
Sumaya sebelumnya lebih sering bermain pada nomor campuran, menurut Beni, sehingga program latihan di pelatnas diarahkan untuk menyesuaikan karakter permainan tunggal yang menuntut penguasaan lapangan dan konsentrasi lebih besar.
Sumaya memiliki pengalaman bermain sepak takraw dan nomor campuran teqball. Dalam nomor campuran, atlet asal Kabupaten Bengkalis, Riau, itu lebih banyak menjalankan peran sebagai pengumpan.
Menurut Beni, perubahan tersebut tidak terlalu menyulitkan karena kemampuan dasar Sumaya sudah mendukung permainan tunggal.
Baca juga: Dua tahun tekuni teqball, Sumaya antar Indonesia ke final Asian Games
"Di takraw, dia memang bertugas umpan juga. Ketika pada campuran, tugasnya umpan. Tapi, dia memang punya potensi untuk bermain mix, single-nya bagus juga," ujar Beni.
Dia menjelaskan permainan tunggal membutuhkan konsentrasi dan penguasaan area yang lebih baik karena pemain harus mengantisipasi seluruh bidang permainan seorang diri. Karena itu, latihan Sumaya kemudian lebih banyak diarahkan pada drill khusus untuk membangun pola tersebut.
Teqball, lanjut Beni, tidak memiliki spesialisasi nomor yang terlalu kaku. Pemain yang memiliki kemampuan bagus pada nomor tunggal, menurut dia, biasanya juga dapat beradaptasi dengan baik ketika bermain ganda atau campuran.
"Semakin dia bagus bermain single, kalau bermain double itu otomatis sudah bagus karena penguasaan lapangannya sudah bagus," kata Beni.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil pada debut teqball dalam Asian Games. Sumaya mampu bangkit setelah kalah dari wakil Myanmar Wai Khin Hnin dalam fase grup dan kemudian melewati babak repechage hingga semifinal.
Baca juga: Indonesia lolos ke final teqball putri Asian Games 2026
Pada semifinal, Sumaya mengalahkan wakil India Quimcy Joaquim Dsouza dalam tiga gim, 7-12, 12-9, 12-7, untuk memastikan tiket final sekaligus medali pertama Indonesia dari cabang teqball Asian Games.
Beni menyebut pencapaian tersebut juga menjadi pengalaman tertinggi dalam karier kepelatihannya setelah mendampingi atlet pada SEA Games.
"Ini event tertinggi. Ini Asian Games dan teqball juga debut pertama kali dalam Asian Games. Luar biasa," ujar Beni.
Pada final, Minggu (20/9), Sumaya kembali bertemu Wai Khin Hnin dari Myanmar.
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































