Ekonomi kreatif dinilai berperan perkuat rantai nilai industri halal

1 hour ago 3
Banyak pelaku industri kreatif yang berpeluang menembus pasar global dari sertifikasi halal Indonesia yang telah dikenal kredibel secara internasional.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong peran ekonomi kreatif dalam memperkuat ekosistem industri halal melalui pengembangan produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar global.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan ekonomi halal memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan ekonomi kreatif, terutama dalam menciptakan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga memiliki identitas dan nilai tambah.

“Kami meyakini bahwa sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menyangkut isu kesehatan dan gaya hidup. Banyak pelaku industri kreatif yang berpeluang menembus pasar global dari sertifikasi halal Indonesia yang telah dikenal kredibel secara internasional,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, sertifikasi halal dapat menjadi salah satu instrumen yang memperkuat daya saing produk ekonomi kreatif ketika memasuki pasar global.

Dengan pendekatan tersebut, pelaku ekonomi kreatif tidak hanya berperan sebagai bagian dari rantai pasok industri halal, tetapi juga dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah melalui kekuatan identitas, kreativitas, dan inovasi.

Peluang tersebut semakin terbuka seiring besarnya pasar ekonomi halal global. Dalam forum H20 2026, Wakil Perdana Menteri Malaysia Datu’ Seri Ahmad Zahid Hamidi menyebut belanja konsumen Muslim di enam sektor utama ekonomi syariah mencapai sekitar 2,6 triliun dolar Amerika Serikat (AS) pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029.

Sektor makanan halal menjadi kontributor terbesar dengan nilai belanja lebih dari 1,33 triliun dolar AS pada 2024.

Namun, potensi pasar halal tidak hanya berada pada produk makanan, tetapi juga mencakup farmasi, kosmetik, pariwisata, logistik, teknologi, hingga keuangan.

Besarnya cakupan tersebut membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk masuk ke berbagai mata rantai industri halal, sekaligus mengembangkan produk dan layanan yang memiliki nilai tambah.

Di sisi lain, penguatan sertifikasi dan saling pengakuan standar halal antarnegara juga dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas akses pasar internasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan saling pengakuan sertifikat halal antarnegara dapat mengurangi proses yang berulang dan membuat rantai pasok lebih efisien, sekaligus membuka jalur yang lebih jelas bagi produsen kecil untuk memasuki pasar internasional.

Bagi ekonomi kreatif, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan skala usaha dan membawa produk berbasis kreativitas Indonesia ke pasar yang lebih luas.

Kemenekraf menilai penguatan keterhubungan antara ekonomi kreatif dan industri halal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.

Baca juga: BPJPH: Pemastian produk halal bagian dari kedaulatan negara

Baca juga: BPJPH ingatkan jaringan restoran konsisten jaga jaminan produk halal

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |