Anggota DPR ajak pemerintah pusat-daerah beri perhatian pada lansia

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian mengajak pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perhatian yang lebih dari biasanya pada kehidupan warga lanjut usia atau lansia.

Hetifah menyampaikan ajakan tersebut seusai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sebagian besar lansia yang meninggal dalam pengungsian pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur karena penyakit kronis.

"Ini mengingatkan kita bahwa lansia perlu perhatian khusus," kata Hetifah dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Di sisi lain, dia mengatakan sempat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tempat tersebut memberikan pelayanan terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, seperti layanan kesehatan, terapi, rehabilitasi sosial, pendampingan, dan pemberdayaan yang diberikan secara terpadu.

Menurut dia, pelayanan terhadap lansia di tempat tersebut perlu diperluas di daerah lain.

Terlebih banyak lansia dalam kehidupan sehari-hari yang menghadapi penurunan kesehatan, keterbatasan mobilitas, berkurangnya penghasilan, kesulitan mengakses layanan publik, hingga kesepian dan kehilangan dukungan sosial.

"Mereka adalah orang tua kita, guru kita, dan generasi yang ikut membangun keluarga, serta masyarakat yang kita nikmati hari ini. Ketika kemampuan fisik mereka berkurang maka negara dan masyarakat harus semakin hadir," ujarnya.

Hetifah mengatakan berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun pemda terkait pemberian bantuan tunai, subsidi, dan kemudahan transportasi dinilai belum cukup untuk lansia.

"Semua perlu kita apresiasi, tetapi kebutuhan lansia jauh lebih luas. Kita perlu memikirkan bagaimana mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan obat secara berkelanjutan, ruang publik yang mudah diakses, layanan perawatan jangka panjang, pendampingan bagi lansia yang hidup sendiri, kesempatan tetap aktif dan produktif, serta perlindungan khusus ketika terjadi bencana, dan juga ketika menjalankan ibadah haji dan umrah," katanya.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan pemerintah agar isu lansia harus menjadi agenda pembangunan jangka panjang.

Selain itu, dia mendorong pemerintah untuk mendukung revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang dapat menjawab perubahan demografi dan kebutuhan lansia masa kini.

"Indonesia yang ramah lansia adalah Indonesia yang memastikan seseorang tetap dihargai, dilindungi, sehat, dan memiliki ruang untuk berdaya sampai usia lanjut,” ujarnya.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |