Pordasi: NTB berpotensi jadi pusat olahraga berkuda memanah nasional

4 hours ago 2

Mataram (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pordasi Berkuda Memanah Triwatty Marciano menyebut Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat olahraga berkuda memanah nasional.

"Kekuatan utama NTB terletak pada ketersediaan kuda lokal yang melimpah serta tradisi berkuda yang telah mengakar di masyarakat," kata Triwatty seusai melantik Pengurus Pordasi Berkuda Memanah NTB periode 2026-2030 di Mataram, Sabtu.

Pelantikan itu juga dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Ketua KONI NTB sekaligus Anggota DPR RI Mori Hanafi serta jajaran pengurus olahraga dan pemerintah daerah.

Baca juga: Pordasi perkuat tata kelola demi PON 2028

Baca juga: Menpora dorong Pordasi kembangkan "sport tourism"

Menurut Triwatty, NTB memiliki modal yang sulit dimiliki daerah lain, terutama keberadaan kuda lokal yang berkualitas dan sumber daya atlet yang berasal dari tradisi pacuan kuda.

Dia melihat para joki cilik yang selama ini menjadi ikon pacuan kuda NTB berpotensi besar dikembangkan menjadi atlet berkuda memanah.

"Kita bisa kembangkan dari atlet-atlet joki cilik, kemudian dilatih kemampuan memanahnya. Kuda juga tersedia karena NTB merupakan salah satu gudang kuda. Ini menjadi modal yang sangat besar," tutur Triwatty.

Triwatty menambahkan Pordasi saat ini tengah menjalankan program nasional untuk mengangkat nilai dan kualitas kuda-kuda daerah agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

"Program kami dari pusat adalah mengembangkan kuda-kuda yang ada di daerah sehingga nilai kuda lokal meningkat, peternak mendapatkan manfaat ekonomi, dan kuda-kuda daerah semakin dikenal, bukan hanya di NTB tetapi juga secara nasional," ujar dia.

Pordasi, Triwatty melanjutkan, berkomitmen untuk memberi ruang lebih besar bagi kuda-kuda lokal dalam berbagai ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menurut dia, cabang olahraga pacuan kuda pada PON mendatang yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan lebih banyak mempertandingkan kelas-kelas yang menggunakan kuda daerah.

"Sejak empat tahun lalu saya berjanji ingin mengangkat kuda-kuda daerah. Untuk PON nanti, mayoritas kuda yang dipertandingkan adalah kuda daerah. Ini merupakan aspirasi dari daerah-daerah yang ingin kuda lokal mendapat kesempatan tampil di tingkat nasional," kata Triwatty.

Kebijakan ini, dia menambahkan, akan memberikan keuntungan besar bagi NTB yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan kuda nasional.

Dengan kombinasi antara kuda lokal, budaya berkuda yang kuat, serta keberadaan joki cilik yang berlimpah, dia optimistis NTB dapat berkembang menjadi gudang atlet berkuda memanah Indonesia.

"Menurut saya, NTB sangat potensial menjadi salah satu gudang atlet berkuda memanah nasional. Modalnya sudah ada, tinggal pembinaan yang harus diperkuat," ujar dia.

Untuk itu, Triwatty menekankan pula pembangunan fasilitas olahraga menjadi langkah awal yang harus dilakukan untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan. Setelah sarana tersedia, pembinaan diarahkan pada pengembangan atlet, kuda, hingga peningkatan kapasitas pelatih dan ofisial.

"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana. Insyaallah besok kami akan melihat lokasi pacuan kuda yang dibantu Bupati Lombok Tengah sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028," ujar dia.

Baca juga: Atlet berkuda Indonesia Dinov lolos ke Olimpiade Remaja 2026 di Dakar

Baca juga: Pordasi gencarkan sosialisasi guna bangun ekosistem yang inklusif

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |