Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo menyatakan kurangnya konsentrasi pengemudi mobil diduga menjadi penyebab kecelakaan maut yang menewaskan dua orang di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa dini hari.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudhi Anugrah Saputra di Sidoarjo, Selasa, menjelaskan mobil minivan yang dikendarai oleh seorang pria berinisial IF, 38 tahun, melaju dari arah Pasuruan menuju Sidoarjo sebelum menabrak seorang pengendara sepeda listrik berinisial KH, dan seorang pesepeda berinisial MA di Jalan Raya Candi, Sidoarjo.
"Saat melintas di Jalan Raya Candi tepatnya di depan Pabrik Gula (PG) Candi, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, pengemudi diduga kurang konsentrasi saat berkendara sehingga tidak dapat menghindari dua kendaraan tanpa motor yang berada di depannya," kata Yudhi.
Menurutnya, benturan keras menyebabkan kedua korban mengalami luka berat di lokasi kejadian sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RT Notopuro Sidoarjo.
Polisi kini telah mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang terlibat beserta pengemudi mobil, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pengumpulan keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Selanjutnya, menurut Yudhi, kasus tersebut kini telah dilimpahkan kepada Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polresta Sidoarjo untuk proses hukum lebih lanjut
Yudhi mengimbau masyarakat khususnya bagi para pengguna jalan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada waktu rawan.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, menjaga kecepatan, serta memperhatikan kondisi sekitar agar keselamatan di jalan tetap terjaga," katanya.
Baca juga: Menkes apresiasi kasus kecelakaan arus mudik 2026 turun
Baca juga: Tim gabungan evakuasi puluhan penumpang kapal mati mesin
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Fahmi Alfian
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































