PMI salurkan 4.500 liter air bersih bagi penyintas banjir Agam

1 week ago 11

Kabupaten Agam (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat (Sumbar) telah menyalurkan 4.500 liter air bersih kepada penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

"Sejak 3 hingga 16 Januari 2026 PMI telah mendistribusikan 4.500 liter air bersih kepada masyarakat di Kecamatan Malalak," kata Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi Ahmad Jais di Kabupaten Agam, Selasa.

Dalam beberapa hari terakhir PMI bersama relawan dan masyarakat setempat juga mengintensifkan perbaikan pipa-pipa air yang sempat rusak akibat dihantam banjir bandang dan tanah longsor.

Secara umum hampir seluruh rumah warga di desa tersebut sudah mendapatkan akses air bersih. Namun beberapa rumah lainnya masih dalam tahap pemasangan sambungan pipa air yang diharapkan segera tuntas dalam waktu dekat.

"Pipanya sudah kita perbaiki. Jadi, sekarang itu hampir seluruhnya sudah mendapatkan akses air bersih," kata dia.

Baca juga: Kemendikdasmen: Bantuan buku bacaan bantu anak melalui masa pemulihan

Ahmad Jais memastikan organisasi kemanusiaan tersebut akan terus membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat, khususnya yang masih kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar tersebut.

Apalagi, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla telah menginstruksikan agar penanganan dampak bencana tidak hanya menyasar pelayanan medis tetapi juga bentuk lainnya seperti pembersihan lingkungan, rumah, fasilitas publik hingga mendistribusikan air bersih.

Jusuf Kalla, kata dia, meminta agar jajaran PMI di daerah bencana membantu pemerintah mempercepat pemulihan sebelum masuknya bulan suci Ramadan. Tujuannya agar umat Muslim tetap merasa aman dan nyaman meskipun masih dalam tahap pemulihan bencana.

"Beliau (Jusuf Kalla) berharap bulan puasa nanti masyarakat rumahnya yang masih bisa dipakai, agar dibantu sehingga secepatnya bisa kembali ditempati," ucap dia.

Sementara itu, salah seorang relawan dari Universitas Borobudur Asep mengatakan berkolaborasi dengan PMI untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tersebut bahu membahu membersihkan rumah-rumah warga, termasuk membersihkan saluran air yang masih tersumbat material banjir.

"Sebelum ke sini, kami berkomunikasi dengan PMI Bukittinggi terkait apa saja yang bisa kami bantu untuk masyarakat terdampak bencana," ujar dia.

Baca juga: 79 siswa SDN 14 Labuah Agam gembira belajar di shelter

Baca juga: Brimob intensifkan dapur penuhi warga terdampak di Tapanuli Selatan

Baca juga: Pasar Maninjau Agam kembali ramai pascabencana banjir bandang

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |