PMI DKI dan Pemkot Jaksel ziarah ke makam Bung Hatta di Tanah Kusir

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan melakukan ziarah ke makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, untuk mengenang jasa proklamator RI dan bapak PMI, dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 PMI.

"Hari ini kami bersama PMI DKI Jakarta melaksanakan ziarah ke makam Bung Hatta, yang kita kenal sebagai Bapak Proklamator dan juga Bapak PMI (Palang Merah Indonesia)," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu.

Syafrin mengatakan kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus mengenang jasa Bung Hatta sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam sejarah berdirinya PMI di Indonesia.

Kegiatan itu juga jadi momentum untuk mengenang pemikiran dan jasa Bung Hatta dalam membangun gerakan kemanusiaan melalui PMI. Terlebih, Bung Hatta diketahui menjabat sebagai Ketua PMI yang pertama sejak organisasi ini didirikan pada 17 September 1945.

Sementara itu, Putri Bung Hatta, Gemala Hatta menceritakan pemikiran mengenai pentingnya donor darah telah muncul dalam perjalanan Bung Hatta saat berada di Jenewa, Swiss, pada masa sebelum Indonesia merdeka.

Baca juga: Pemerintah dukung pelestarian warisan sejarah milik Bung Hatta

Menurut Gemala, Bung Hatta saat itu berkunjung ke markas Palang Merah Internasional dan bertemu dengan sejumlah tokoh. Dari pengalaman tersebut, muncul pemikiran mengenai pentingnya kesiapan masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan darah setelah merdeka.

"Waktu itu Ayah juga menelurkan ide, bahwa bangsa yang ada rakyat itu pasti harus memikirkan donor darah. Itu asal-mulanya. Jadi setelah itu beliau sering membahas tentang itu. Tapi dari awal sudah kenal dengan tokoh-tokoh dunia karena beliau kan sudah datang ke markas besar Palang Merah Internasional di Jenewa itu. Maka pada saat Indonesia merdeka, konsep pertama antara lain adalah memikirkan ke depan," ujarnya.

Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal PMI dan meningkatkan partisipasi dalam donor darah.

Gemala juga menekankan pentingnya pengelolaan darah yang baik agar darah yang telah disumbangkan masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Karena itu harus lebih sounding ke masyarakat, bahwa mereka harus lebih banyak donor darah, terutama darah yang langka. Cuma bidang saya kesehatan, karena itu saya mengerti kadang-kadang mencari darah yang langka itu susah sekali. Dan tidak semua rumah sakit punya bank darah," ucapnya.

Dengan demikian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengajak masyarakat berkontribusi dalam Bulan Dana PMI. Kontribusi tidak harus dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari kepedulian dan dilakukan secara gotong royong.

Baca juga: PMI DKI tekankan akuntabilitas pengelolaan Bulan Dana 2026

Baca juga: DKI targetkan donasi Bulan Dana PMI 2026 capai Rp46 miliar

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |