Jakarta (ANTARA) - Petani di Kelurahan Rorotan, Cilincing Jakarta Utara berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk menunjang produktivitas petani dalam menghadapi musim kemarau dan cuaca panas ekstrem yang diprediksi berlanjut hingga September mendatang.
“Kami berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan berupa paranet atau jaring anti panas sebagai peneduh tanaman,” kata Ketua Kelompok Tani Kebun Guyub Sundiro RW 014, Kelurahan Rorotan, Candra Putra Jaya, di Jakarta, Senin.
Ia mengungkapkan cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan tanaman lebih cepat layu.
Kondisi ini, lanjutnya, menurunkan hasil panen sekitar 20 hingga 30 persen.
“Kalau ada bantuan alat peneduh tentu tanaman tidak akan terlalu layu meski cuaca panas,” kata dia,
Selain itu, kondisi tanah yang cukup kering membuat para petani melakukan penyiraman dua kali sehari, yakni pagi dan sore.
“Beruntung kami memiliki sumur resapan sehingga kebutuhan air hingga kini masih tercukupi dan tanaman tetap terjaga,” katanya.
Candra meminta bantuan agar pemerintah dapat menambah jumlah sumur resapan di kawasan pertanian perkotaan.
Ia mengaku telah mendapat pendampingan lanjutan dari Pemerintah Kota Jakarta Utara terkait pengendalian hama dan penyakit yang umum muncul saat musim kemarau.
“Pendampingan ini bertujuan agar kualitas hasil panen tetap terjaga,” kata dia.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara juga mengajak petani untuk menanam jenis tanaman yang tahan keterbatasan air dalam menghadapi musim kemarau hingga September.
“Petani telah kami arahkan untuk menyiasati musim kemarau dengan memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit di Jakarta, Senin.
Pihaknya terus memberikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.
Untuk tanaman padi seperti di wilayah Rorotan, kondisinya juga masih aman karena diperkirakan memasuki masa panen dalam dua pekan ke depan.
Ia mengatakan tanaman padi membutuhkan banyak air pada awal masa tanam dan saat ini tanaman di Rorotan sudah mendekati masa panen sehingga musim kemarau justru mendukung proses panen.
“Penanaman kembali akan dilakukan saat awal musim hujan,” kata dia.
Baca juga: Pemkot arahkan petani tanam pangan tahan terbatas air hadapi kemarau
Baca juga: Pemkot: Kemarau sebabkan Dermaga Marunda surut dan kapal kandas
Baca juga: Modifikasi cuaca di Jakarta dimungkinkan saat kemarau
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































