Penyemaian NaCl dilakukan di Selat Sunda hingga Tangerang

2 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari ketiga dengan menyemai bahan semai seperti Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) di wilayah Perairan Selat Sunda hingga Kabupaten Tangerang.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa OMC pada hari ketiga dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Menurut dia, sorti kesatu difokuskan pada wilayah Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon dengan tujuan utama meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.

Pada sorti ini digunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram, dengan ketinggian terbang 11.000 kaki dan awan target jenis Cumulus.

"Hasil pengamatan menunjukkan awan memiliki base sekitar 3.000 kaki dan top hingga 15.000 kaki, dengan arah angin di ketinggian 11.000 kaki berasal dari barat," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, sorti kedua dilaksanakan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga: DKI alokasikan Rp31 miliar untuk modifikasi cuaca pada 2026

Pada sorti kedua sebanyak 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) digunakan pada ketinggian sekitar 6.000 kaki, dengan awan target Cumulus Humilis yang memiliki base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki. Arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan terpantau bergerak ke arah barat.

"Pada sorti ketiga, penyemaian difokuskan pada wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan," katanya.

Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–6.000 kaki menggunakan 800 kilogram CaO, dengan awan target Cumulus Humilis–Mediocris yang memiliki base 1.500–4.000 kaki dan top sekitar 6.000 kaki. Saat penyemaian berlangsung, arah angin terpantau berasal dari barat laut.

BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

"Informasi kebencanaan dan peringatan dini cuaca dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta," kata Isnawa.

Sementara itu, Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo, menyampaikan bahwa potensi hujan lebat pada hari ini umumnya terjadi pada periode siang hingga sore hari.

"Potensi hujan lebat hanya ada di periode siang dan sore hari. Semoga dapat diantisipasi secara optimal oleh rekan-rekan kru CASA dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca hari ini," katanya.

Baca juga: OMC bukan untuk hentikan hujan di wilayah Jakarta

Baca juga: Antisipasi cuaca ekstrem, 1,6 ton NaCl disemai di langit Jakarta

Kegiatan OMC merupakan kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.

OMC kata dia, sebagai upaya mitigasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |