Penasihat presiden tinjau stok beras di Gudang Bulog DKI Banten

1 month ago 22

Jakarta (ANTARA) - Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (purn) Dudung Abdurachman meninjau stok ketersediaan dan kondisi beras di Gudang Kanwil Bulog DKI Jakarta dan Banten pada Selasa pagi.

“Saya sudah cek kualitas beras bagus dengan kadar air di atas 14 persen, menir di bawah dua persen dan 'broken' (beras patah) di bawah lima persen,” kata dia usai meninjau gudang Bulog DKI Jakarta dan Banten, Selasa.

Menurut dia, kualitas beras yang disimpan di gudang Bulog merupakan kualitas medium dan hampir mirip beras premium.

“Ini tentu luar biasa,” kata dia.

Ia mengatakan kedatangan dirinya untuk memastikan ketersediaan beras secara nasional terjaga dengan baik.

Baca juga: Mentan: Operasi pasar berlanjut, harga beras harusnya sudah turun

Menurut dia, gudang Bulog yang ada di Kelapa Gading ini merupakan bufer stok nasional dan pada tahun ini cadangan beras secara nasional di gudang Bulog mencapai 3,4 juta ton.

“Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu dan kami berharap ini dijaga,” kata dia.

Sementara itu, stok beras di Gudang Sunter Timur - Kanwil DKI Jakarta dan Banten saat ini mencapai 260 ribu ton.

Ia menjelaskan Bulog itu berperan dalam mengantisipasi kenaikan harga, memenuhi kebutuhan saat bencana alam atau stabilisasi harga di saat Hari Besar Keagamaan

“Artinya Bulog sejauh ini siap,” kata dia.

Jenderal TNI (Purn) Dudung mengatakan tugasnya sebagai penasihat presiden di bidang pertahanan berkaitan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

Baca juga: Bulog perkuat tiga pola kemitraan, dorong kemandirian pangan nasional

Menurut dia, beras ini justru memastikan kondisi pertahanan nasional Indonesia, terutama masyarakat ke depan sudah bisa terjaga dengan stabilisasi beras.

“Kepastian ini jadi masukan bagi saya dan memberikan saran kepada Presiden RI, Kementan dan Kabulog,” kata dia

Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (purn) Dudung Abdurachman meninjau stok ketersediaan dan kondisi beras di Gudang Kanwil Bulog DKI Jakarta dan Banten pada Selasa (23/12/2024) pagi. ANTARA/Mario Sofia Nasution

Is meminta kondisi surplus ini tetap dipertahankan karena berpengaruh terhadap stabilitas nasional

“Mudah-mudahan Bulog semakin banyak serap beras petani dengan harga bersaing sehingga saling menguntungkan satu dengan lainnya,” kata dia.

Baca juga: Bulog harus habiskan 1,1 juta ton beras SPHP hingga Desember

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |