Jakarta (ANTARA) - Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) menilai program pemutihan ijazah yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai terobosan dalam memutus rantai kemiskinan, khususnya bagi keluarga kurang mampu di ibu kota.
"Pemutihan ijazah bukan hanya membebaskan dokumen, tetapi membuka kesempatan masa depan yang lebih baik," kata Ketua Umum KWJK Marlo Sitompul dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, program unggulan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ini tidak sekadar menyelesaikan persoalan administratif, melainkan membuka kembali akses pendidikan dan kesempatan kerja bagi lulusan sekolah yang ijazahnya tertahan karena kendala biaya.
Sepanjang pelaksanaan program, kata dia, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran lebih dari Rp12,08 miliar untuk membantu 3.297 peserta didik.
"Kami telah mendampingi 52 peserta didik dari keluarga rentan di empat wilayah Jakarta hingga berhasil menerima ijazah tanpa biaya," ujarnya.
Baca juga: Pemprov DKI gelar pemutihan ijazah tahap 4 untuk 1.238 peserta didik
Meski demikian, KWJK menyoroti masih adanya kendala administratif, khususnya bagi pelajar sekolah swasta berbasis keagamaan dan persoalan validasi data.
Untuk itu, Marlo mendorong penguatan sinergi antara Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Baznas Bazis, serta Kanwil Kementerian Agama DKI agar program berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta dan seluruh pihak terkait, serta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program pemutihan ijazah pada tahun 2026 agar akses pendidikan bagi warga miskin Jakarta semakin terbuka," kata dia.
Tidak kalah penting, lanjut Marlo, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan tidak boleh ada putus sekolah, bahkan bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi melalui bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
"Pemprov DKI telah menyalurkan KJP kepada 707.513 pelajar dan KJMU kepada 16.979 mahasiswa. Pramono bahkan telah menginstruksikan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi penerima KJMU hingga jenjang S2 dan S3," ujarnya.
Baca juga: Program pemutihan ijazah bermanfaat bagi masa depan anak Jakarta
Baca juga: Pramono targetkan 6.654 ijazah diputihkan pada 2025
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































