Pemkot Jakut berupaya menemukan kasus Tuberkulosis cegah penularan

1 day ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara terus berupaya menemukan kasus Tuberkulosis (TB) sebagai upaya pencegahan sejak dini dengan melakukan pemeriksaan skrining kesehatan melalui kegiatan "Active Case Finding" (ACF).

“Kegiatan tersebut menyasar warga yang memiliki riwayat kontak serumah maupun kontak erat dengan pasien TB,” kata Kepala Puskesmas Pembantu Kalibaru, dr. Muvinda Yuningrum di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan sebanyak 100 warga mengikuti skrining TB gratis bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Cilincing di Kantor RW 010, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Rabu pada (6/8)

Menurut dia pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk mendeteksi kemungkinan kasus sejak dini sekaligus memutus mata rantai penularan tuberkulosis di lingkungan masyarakat.

Ia menjelaskan kegiatan ACF ini merupakan tindak lanjut dari Program Kampung Siaga TB yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, kader kesehatan hingga masyarakat.

Selain mendapatkan pemeriksaan, kata Muvinda, warga juga memperoleh edukasi mengenai tuberkulosis mulai dari gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya pemeriksaan dini, hingga kepatuhan menjalani pengobatan apabila dinyatakan positif TB.

Baca juga: Jakpus perkuat pelacakan TB untuk putus rantai penularan

Petugas akan mengingatkan bahwa deteksi dini memiliki peran penting dalam mencegah penularan TB, terutama bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Kegiatan skrining tersebut diharapkan tidak berhenti di satu wilayah saja, namun akan terus mendorong pelaksanaan kegiatan serupa di seluruh RW yang berada di Kelurahan Kalibaru.

“Ini merupakan bagian dari keberlanjutan Program Kampung Siaga TB. Kami akan mengupayakan kegiatan skrining seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh RW di Kelurahan Kalibaru,” kata Muvinda.

Menurut dia keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya penanggulangan TB. Warga diharapkan tidak ragu untuk memeriksakan diri, khususnya apabila memiliki kontak erat dengan pasien TB atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

"Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula dapat ditindaklanjuti. Sehingga, pengobatan bisa segera diberikan dan risiko penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dapat ditekan,” ujarnya.

Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader dan masyarakat, tambah dia, diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta bebas dari penularan TB.

“Program Kampung Siaga TB di Kalibaru pun menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan dan pengendalian TB bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ucap Muvinda.

Baca juga: Pemkot Jakut gelar pemeriksaan TBC gratis di Kampung Susun Akuarium

Baca juga: Jakut optimalkan peran Kampung Siaga cegah penyebaran tuberkulosis

Baca juga: Warga Kalibaru manfaatkan "Grebek TBC" untuk deteksi dini

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |