Pemkot Bogor usulkan KH Sholeh Iskandar jadi Pahlawan Nasional

3 months ago 15

Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendorong tokoh ulama dan pendidik KH Sholeh Iskandar untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyampaikan hal itu pada peringatan Hari Pahlawan Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded, Senin, yang juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Koordinasi Pimpinan Wilayah (Forkopimwil) Kota Bogor.

Upacara ziarah nasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pahlawan tingkat Kota Bogor, yang diawali upacara di Plaza Balai Kota, dilanjutkan tabur bunga dan penanaman pohon di Komplek Istana Bogor.

Menurut Dedie, KH Sholeh Iskandar layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional karena peran besarnya sebagai pejuang, pendidik, dan pendiri Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Baca juga: Semangat Pahlawan, Semangat Masa Depan: KAI Group Gelar Kegiatan Hari Pahlawan di Berbagai Wilayah

“Saat ini beliau sudah masuk daftar 40 calon penerima gelar Pahlawan Nasional. Dari informasi yang saya terima, dari sekian banyak nama yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baru Prof Mochtar Kusumaatmadja yang masuk dalam 10 besar calon penerima gelar tahun ini,” ujar Dedie.

Ia berharap, perjuangan agar KH Sholeh Iskandar mendapat gelar Pahlawan Nasional dapat segera membuahkan hasil. “Mudah-mudahan tahun depan atau dalam waktu dekat beliau bisa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” ucapnya.

Selain itu, Dedie juga mengingatkan masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam membangun bangsa. Dalam upacara di Plaza Balai Kota sebelumnya, ia membacakan sambutan Menteri Sosial yang menekankan pentingnya semangat juang dan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Perjuangan memerdekakan Indonesia dulu penuh pengorbanan. Kini perjuangan lebih mudah karena banyak hal sudah disiapkan para pendahulu. Tapi semangat membangun bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera harus terus dijaga melalui sinergi dan kolaborasi,” katanya.

Baca juga: Wagub NTB apresiasi gelar Pahlawan Nasional Sultan Bima

Dedie menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terpecah karena perbedaan pendapat. Ia juga mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam membangun bangsa, terlepas dari jabatan atau posisi yang diemban.

“Semua harus berpikir bagaimana membangun bangsa ini menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kepada generasi muda, Dedie berpesan agar serius menentukan cita-cita dan berjuang untuk mewujudkannya. “Kesempatan terbuka luas, baik menjadi pengusaha, tokoh agama, olahragawan, budayawan, atau seniman. Asalkan serius dan tidak mudah menyerah, generasi muda bisa mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita besar bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, dengan tekad dan kerja keras, generasi muda dapat menjadikan Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan penuh ampunan dari Tuhan.

Baca juga: Mendikdasmen ajak generasi muda teladani pahlawan dengan kerja keras

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |